Alami Banyak Pelecehan Seksual, Mantan Bintang Film Dewasa Ini Sebut Hollywood Lebih Seram Dari Industri Porno

Alami Banyak Pelecehan Seksual, Mantan Bintang Film Dewasa Ini Sebut Hollywood Lebih Seram Dari Industri Porno

Setelah tampil dalam 200 film dewasa di usia 22 tahun, mantan bintang porno asal Amerika Serikat, Sasha Grey memutuskan untuk pensiun dari industri porno. Kini, dia memutuskan terjun ke industri Hollywood. Sasha pun merasakan perbedaan signifikan berada di dua industri tersebut.

Dilansir dari The Daily Beast, Grey awalnya mengaku bingung. Pasalnya, industri porno sangat populer di Amerika bahkan bisa dianggap sebagai budaya pop tertinggi sepanjang. Namun para bintangnya justru merasa frustasi dan tertindas karena mereka tidak bisa berada di papan reklame. 

Selain itu, dalam kesempatan itu juga, Sasha Grey sempat ditanya tentang pengalaman pelecehan seksual di lokasi syuting. Mengingat, belakangan ada produser yang ditangkap polisi karena melecehkan artis. Sasha pun mengaku tidak pernah mengalaminya. Meskipun dia tahu banyak yang mengalaminya.

Sasha Grey Saat Berkarier Sebagai Bintang Film Dewasa (Tempo.co)

"Di lokasi syuting itu, saya tidak pernah mengalami pelecehan seksual. Anggap saja begitu, saya tidak pernah mengalami hal-hal yang berhubungan dengan orang-orang itu. Karena siapa saya dan apa yang saya wakili, saya mungkin mengalami hal-hal yang tidak dialami orang lain, tetapi pada saat yang sama, rasanya semua wanita mengalami hal ini," ungkap Sasha Grey.

Meski begitu, artis 34 tahun itu menegaskan kalau dunia Hollywood lebih menyeramkan dari industri film porno. Sasha terang-terangan mengaku pernah mengalami pelecehan seksual yang lebih menakutkan daripada yang dialaminya di industri perfilman dewasa.

"Hollywood (lebih buruk dari industri dewasa). Tidak bisa berbohong. Saya memiliki pengalaman yang jauh lebih buruk dalam hal pelecehan seksual di sana daripada yang pernah saya alami di industri dewasa," terang Sasha Grey.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"