Video Han So Hee Diduga Bentak Orang Jadi Kontroversi, Agensi Ungkap Kejadian Sebenarnya

Video Han So Hee Diduga Bentak Orang Jadi Kontroversi, Agensi Ungkap Kejadian Sebenarnya

Agensi yang menaungi Han So Hee , 9ato Entertainment akhirnya memberikan penjelasan soal dugaan Han So Hee membentak orang dalam video yang viral. Beberapa hari terakhir, nama Han So Hee memang tengah menjadi sorotan.

Hal ini setelah beredar video dirinya berteriak 'Tolong diam' saat menghadiri pesta klub untuk sebuah merek perhiasan di Paris. Saat akan berfoto, aktris kelahiran 1994 itu tiba-tiba menaikkan suaranya dengan meminta orang untuk diam.

Dalam waktu singkat, video itu pun menjadi perdebatan dan berujung nama Han So Hee terlibat kontroversi. Sampai akhirnya, agensi memberikan penjelasan tentang alasan mengapa artisnya bertindak demikian di tengah kerumuman.

Momen Han So Hee Saat Dituduh Teriak (Instagram)

Agensi mengatakan kalau Han So Hee terjebak di situasi tidak menyenangkan. Di mana, penonton tidak kondusif. Dia juga khawatir akan terjadi kecelakaan jika hadirin masih sulit untuk diatur. Maka dari itu, dia ikut membantu meredakan keributan.

"Ada banyak sekali penonton yang berkumpul di acara Paris. Staf di lokasi menyatakan keprihatinannya atas potensi kecelakaan keselamatan, jadi semua orang tegang dan menunjukkan kewaspadaan," buka 9ato Entertainment dalam pernyataan resminya.

"Tentu saja ada orang Korea yang hadir, tapi ada juga warga lokal, sehingga komunikasi tidak lancar. Seluruh staf di lokasi berteriak agar semua orang berhati-hati dan mendengarkan staf agar acara dapat terlaksana dengan lancar dan keselamatan adalah prioritas utama," imbuhnya.

Lebih lanjut, 9ato Entertainment mengklaim bahwa video saat Han So Hee berteriak sudah dipotong. Agensi meyakini bahwa situasi di sana lebih kacau daripada yang terlihat dan tidak ikut terekam. Mereka juga menegaskan So Hee tak menegur orang tertentu.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"