Toxic Positivity (via Khaleej Times)
Keadaan lainnya seperti ketika seseorang kehilangan pekerjaan, orang-orang di sekitarnya mengatakan untuk tetap positif dan melihat sisi baiknya. Meskipun bertujuan simpati, tapi itu bisa saja sebagai cara untuk menghentikan rasa sedih yang belum sempat diceritakannya.
Pemikiran positif yang ekstrem ini terlalu berlebihan. Sikap ini tidak hanya menekankan optimisme, tetapi juga menyangkal emosi manusia yang memang tidak selalu bahagia.
Toxic Positivity (via Alodokter)
Untuk melawan toxic positivity yang mungkin sudah menjadi kebiasaanmu, lakukan beberapa cara ini. Kelola emosi negatif dan jangan menyangkalnya, bersikap realistis tentang emosi apapun yang harus dirasakan, tidak terlalu berharap pada diri sendiri, menjadi pendengar yang baik, dan memperhatikan perasaan diri sendiri lebih lagi.
