Pada umumnya, ada dua kebiasaan berpikir untuk mengelompokkan cara mempersepsi sesuatu hal. Yaitu pesimis dan optimis. Seseorang yang pesimis sering mengantisipasi kesalahan sedangkan optimis ingin mencapai yang terbaik. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa optimis lebih menguntungkan buat kesehatan.
Orang yang optimis didorong oleh cita-cita atau mimpi sehingga bisa menikmati setiap proses. Ketika pikiran negatif membuat ragu, ia bisa mengatasinya dengan rasa percaya diri yang cukup. Seseorang yang optimis tahu apa yang ia inginkan dan nggak merasa khawatir untuk mencoba hal baru. Bagaimana dengan seseorang yang pesimis?
Seseorang yang pesimis seringkali overthinking dan memikirkan hal yang perlu dipikirkan. Ini disebabkan nggak mau melakukan kesalahan. Bukan berarti tidak melakukan kesalahan itu lebih baik, tetapi memikirkan hal yang belum tentu terjadi bisa menguras energi. Untuk mengatas hal tersebut, ada baiknya kamu menumbuhkan 7 hal positif di bawah ini. Karena optimis adalah jalan kebahagiaan.
Berdamai dengan masa lalu
Masa lalu nggak pernah lebih buruk bahkan lebih baik. Maka, kamu perlu berdamai dengan masa lalu. Masa lalu mempunyai potensi merusak masa depan jika kamu selalu berperang dengannya. Jadi, pegang hal ini baik-baik, berdamailah dengan masa lalu.
Yang dipikirkan orang lain bukan urusanmu
Katakan pada diri sendiri bahwa yang dipikirkan orang lain bukanlah urusanmu. Orang lain mempunyai pikiran negatif, pun bukan urusanmu. Semakin kamu menghabiskan energi untuk menanggapi pikiran dan anggapan orang lain, maka semakin memusingkan. Nggak perlu pusing-pusing menanggapi ya. Abaikan hal yang tak bermakna dan serap pengalaman yang menginspirasi.
Waktu menyembuhkan segalanya
Lagi-lagi tentang overthinking, berpikiran terlalu keras terkadang nggak berguna. Seringkali hanya waktu yang bisa menyembuhkan rasa sakit. Terlebih, apapun akan lebih baik jika diendapkan. Ibarat kopi tubruk, secangkir akan lebih nikmat disesap jika bubuknya sudah turun dan mengendap.