Nyeri Sendi Bisa Diobati Tanpa Harus Operasi! Begini Caranya Menurut Ahli

Nyeri Sendi Bisa Diobati Tanpa Harus Operasi! Begini Caranya Menurut Ahli

Nyeri sendi merupakan masalah meluas yang memengaruhi orang dari segala usia dan meskipun operasi sering dianggap sebagai pilihan terakhir untuk nyeri sendi kronis, ada beberapa perawatan non-bedah yang efektif yang tersedia saat ini.

Ditulis laman Hindustan Times, Jumat, ahli Bedah Ortopedi dan Spesialis Cedera Olahraga Dr Abhishek Vaish di Rumah Sakit Indraprastha Apollo dan Klinik Healing Touch di Okhla, New Delhi, menyarankan beberapa perawatan non-bedah terbaru dan paling efektif untuk nyeri sendi.

Salah satu perkembangan paling menjanjikan dalam perawatan ortopedi adalah pengobatan regeneratif yang memanfaatkan potensi penyembuhan tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak.

Pengobatan ini terdiri dari Terapi Plasma Kaya Trombosit (PRP) yang dilakukan dengan mengambil sedikit darah pasien, mengolahnya untuk mengonsentrasikan trombosit dan menyuntikkannya ke sendi yang terkena, serta Terapi Sel Punca dari sumsum tulang atau jaringan lemak dapat berdiferensiasi menjadi sel tulang rawan dan sel tulang yang membantu regenerasi struktur sendi yang rusak.

Vaish mengatakan pengobatan nyeri sendi lainnya adalah injeksi asam hialuronat melibatkan penyuntikan zat seperti gel yang menyerupai cairan pelumas alami sendi, mengurangi gesekan dan rasa sakit sekaligus meningkatkan mobilitas.

Ilustrasi orang mengalami nyeri sendi (via Halodoc)

Ketiga, bagi pasien yang menderita nyeri sendi kronis, ablasi frekuensi radio (RFA) merupakan prosedur minimal invasif yang dapat memberikan kelegaan jangka panjang. Teknik ini melibatkan penggunaan panas yang dihasilkan oleh gelombang radio untuk menonaktifkan saraf yang bertanggung jawab dalam mengirimkan sinyal nyeri.

RFA menawarkan kelegaan pada osteoarthritis lutur dan nyeri sendi tulang belakang selama beberapa bulan hingga tahunan.

Perawatan non invasif lain bisa menggunakan gelombang kejut untuk merangsang penyembuhan sendi dan tendon yang nyeri. Teknik ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk kondisi seperti tendinitis, plantar fasciitis, bahkan osteoartritis tahap awal, kata Vaish.

Vaish mengatakan kemajuan pengobatan biologis mengubah manajemen nyeri sendi yang dapat mengurangi peradangan dengan terapi antibodi monoklonal dan inhbitor sitokin. Biasanya digunakan untuk terapi osteoarthritis dan artritis reumatoid.

Fisioterapi dengan robot dan komputerisasi juga bisa memastikan kesembuhan pasien lebih optimal dengan berbasis AI membantu individu menjaga kesehatan sendi.

Selain itu ada teknik neuromodulasi, seperti stimulasi saraf listrik transkutan (TENS) dan stimulasi sumsum tulang belakang (SCS), semakin populer sebagai alternatif obat pereda nyeri.

Dan terakhir Vaish mengatakan perubahan gaya hidup berperan penting dalam mengelola nyeri sendi. Menjaga berat badan yang sehat, mengikuti diet antiradang yang kaya akan asam lemak omega-3, dan menggabungkan latihan berdampak rendah seperti berenang dan yoga dapat secara signifikan mengurangi stres pada sendi dan meningkatkan mobilitas.

"Dengan kemajuan dalam pengobatan regeneratif, terapi biologis, dan teknik rehabilitasi inovatif, individu yang menderita nyeri sendi dapat menemukan kelegaan tanpa menjalani operasi. Berkonsultasi dengan spesialis ortopedi untuk menentukan rencana perawatan terbaik sangat penting untuk mencapai kesehatan dan mobilitas sendi jangka panjang," kata Vaish.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"