Kita tentu tahu bahwa tak semua obat punya khasiat yang sama pada seseorang yang sakit. Bisa jadi, sebuah obat efektif menyembuhkan penyakit si A, tapi tidak menyembuhkan si B. Padahal A dan B punya penyakit yang sama dan dapat pengobatan yang sama.
Jadi, apa yang salah? Ternyata pemberian obat itu jadi kurang tepat guna karena mengabaikan sebuah faktor penting yaitu faktor genetika.
Nah, lewat farmakogenomik, persentesai kesembuhan seseorang atas sebuah penyakit akan lebih tinggi karena pengobatan akan disesuaikan dengan genetika seseorang, bukan hanya soal diagnosisnya.
Daripada bingung, yuk langsung aja baca penjelasannya di bawah ini!