Mengenal Apa Itu Plasma Darah Konvalensen, Sebuah Cara Alternatif untuk Mengatasi Covid-19

Mengenal Apa Itu Plasma Darah Konvalensen, Sebuah Cara Alternatif untuk Mengatasi Covid-19

# Telah Diuji di Amerika Serikat

# Telah Diuji di Amerika Serikat Beberapa fakta tentang terapi plasma darah Konvalesen (cnnindonesia.com)

Terapi plasma darah Konvalesen ini sendiri telah diuji oleh sekelompok dokter dan peneliti di Amerika Serikat. Nama proyek penelitiannya adalah "Proyek Plasma Konvensional COVID-19 Nasional AS". 

Hasil penelitiannya bahkan telah diterbitkan di sebuah jurnal bernama "The Journal of Clinical Investigation" pada Maret 2020.

Terapi ini sebetulnya bukan hal yang baru di dunia medis. Di abad ke-19, seorang fisiolog bernama Emil von Behring dan ahli bakteriologi Kitasato Shibasaburo menemukan antibodi dalam komponen darah untuk melawan bakteri diphtheria.

Nah, terapi antibodi tersebut kemudian digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri dan virus. Termasuk untuk campak, meningitis, dan pneumonia.

# Kekurangan Terapi Plasma

# Kekurangan Terapi Plasma Alat untuk menguji plasma darah penyintas Covid-19 (voaindonesia.com)


Meskipun diklaim sangat efektif menyembuh Covid-19. Dr. Casadevall, pemimpin riset tentang plasma mengatakan bahwa terapi ini bisa berjalan tak efektif karena banyak pasien yang merespons terapi terlalu lambat.

Selain itu, sebuah riset yang diterbitkan National Library of Medicine menyebutkan bahwa terapi ini juga memiliki kemungkinan menyebabkan reaksi alergi dan anafilaksis, cedera paru akut, dan hemolisis pada beberapa orang.

Akan ada efek sampingnya, bisa ringan atau fatal tergantung kondisi pasien.

Itulah mengapa, terapi ini hanya digunakan untuk situasi darurat, sesuai dengan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Meskipun memiliki kekurangan, terapi ini bisa jadi alternatif dan terbukti efektif menyembuhkan pasien dari Covid-19. Bahkan di Indonesia, sudah ada beberapa kasus Covid-19 yang terbukti bisa sembuh dengan cara terapi plasma.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"