3. Merayakan mekarnya bunga sakura di Jepang
Sebagai bunga nasional, masyarakat Jepang memiliki caranya tersendiri untuk menghormati bunga sakura. Yaitu dengan menyambut awal mekarnya bunga di musim semi dengan festival bernama Hanami.
Awalnya, kegiatan ini berasal dari keluarga bangsawan, lalu menyebar ke kalangan samurai hingga masyarakat luas. Tidak seperti sekarang, dulu masyarakat Jepang berkumpul di bawah pohon sakura untuk membuat puisi klasik.
4. Perempuan rambut tanduk dari Suku Miao dari Tiongkok
Suku Miao di Guizhoutermasuk minoritas di Tiongkok. Tetapi mereka memiliki tradisi unik yang dilakukan perempuan suku tersebut dalam menata rambutnya. Mereka mengumpulkan rambut leluhurnya yang rontok untuk dijadikan konde.
Nantinya konde tersebut akan digunakan untuk acara-acara adat. Uniknya lagi, konde tersebut akan diwariskan secara turun-temurun dari ibu ke anak perempuannya. Tak heran kalau rambutnya sangat besar menyerupai sebuah tanduk.
5. Cara suku Tamil menghormati Dewa Muragan
Hari Thaipusam diperingati masyarakat Hindu di India, Malaysia, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, dan sebagainya. Mayoritas orang-orangnya merupakan keturunan Suku Tamil dari Bangsa Dravida yang berasal dari Asia Selatan.
Thaipusam digelar untuk menghormati Dewa Perang Hindu, Muragan. Sebagai bukti penghormatan dan penebusan dosa, beberapa orang akan menusuk sisi kulit dada dan belakang. Ritual ini berlangsung pada bulan ke-10 dalam kalender Hindu.