Auroville, Memimpikan Masyarakat Ideal

Auroville, Memimpikan Masyarakat Ideal

Pada 28 Februari 1968 sekitar 5.000 orang menyiapkan sebuah acara upacara inagurasi dari 124 bangsa. Wakil dari setiap bangsa membawa tanah dari bangsa mereka masing-masing dan menyimpannya dalam sebuah guci putih yang saat ini diletakkan di Amphitheater. Pada saat yang sama The Mother membuat 4 Poin tentang Auroville.

The Mother, sebutan untuk pendiri Auroville, pada tahun 1954 menyatakan bahwa membutuhkan formula baru untuk hidup yang baru. Yaitu seimbang, sederhana, harmonis serta dinamis. Pada saat yang sama ia melihat bahwa dunia tidak siap menciptakan hidup baru yang ideal. Dan menyebut sesuatu yang ideal adalah sebuah mimpi.

Di tempat ini anak-anak mendapatkan pendidikan bukan hanya untuk mendapatkan ijasah. Tetapi pendidikan yang dapat memberikan pengalaman bagi setiap bagian kehidupan dan mampu memberikan pengetahuan baru.

Bentuk-bentuk kesenian seperti lukisan, patung, musik, sastra bisa diakses oleh siapapun tanpa membedakan. Bentuk ini menempati kapasitasnya bukan untuk pengakuan sosial serta posisi jual tertentu.

Uang ditempat ini tidak berperan penting. Bekerja juga bukan untuk mencari uang tetapi merupakan sebuah ekspresi, pengembangan diri dan kapasitas dan memenuhi ketercukupan masyarakat bersama.

Singkatnya, Auroville merupakan tempat dimana relasi manusia adalah hubungan antar manusia yang baik yang bersifat kolaboratif dan persaudaraan.

Tata kota dibagi menjadi 6 zona. Zona industri yang menyokong aktivitas pelatihan, kesenian, kerajinan, dan administrasi kota. Zona internasional terletak paviliun budaya yang ditinggali tuan rumah. Titik fokus zona ini adalah menyatunya kemanusiaan dari segala macam perbedaan. 

Zona kultural digunakan untuk aktivitas riset dalam ranah pendidikan dan ekspresi artistik. Zona residensial adalah zona terluas yang areanya berupa 55% area hijau dan 45% bangunan. Disini keseimbangan dibangun dengan terencana. Area damai adalah pusat kota yang dibangun taman, amphiteater dan sebuah bangunan yang disebut Matrimandir. Matrimandir adalah simbolisasi dari kelahiran kesadaran baru. 

Terakhir, adalah Zona Hijau yang merupakan zona pertanian organik, peternakan sapi perah, kebun, hutan dan area satwa liar. Disini dianggap sebagai sumber makanan, obat-obatan, kayu serta tempat rekreasi. 

aurovilleradio.org

Ideal banget ya? Tata kotanya diatur sedemikian rupa. Sehingga cukup untuk merealisasikan mimpi masyarakat yang adi luhung. 

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"