Wajah Tampan Susah Cari Kerja, Seriusan Lho!

Wajah Tampan Susah Cari Kerja, Seriusan Lho!

Tak selamanya wajah tampan adalah berkah. Riset sejumlah penelitin London Business Scholl berkata sebaliknya.

Selama ini kita pasti berpikiran kalau dunia ini dapat dijalani dengan lebih mudah kalau kamu adalah orang yang ganteng atau cantik. Akan tetapi, sebuah studi yang dilakukan London Business School ini justru membuktikan sebaliknya.

Seseorang terlihat menarik perhatian, khususnya kaum pria, akan menghadapi resiko yang lebih besar dalam mempertahankan karirnya. Menurut studi tersebut paras rupawan ternyata dianggap sebagai 'ancaman' bagi seorang atasan. Apalagi jika mereka sama-sama seorang pria. 

Biasanya atasan ini akan memberikan kesempatan yang sedikit kepada pegawai untuk menunjukan kemampuan maksimalnya.

Wajah tampan (spanishdict.com)

London Business School tidak sendirian dalam mengerjakan penelitian ini. Mereka berkolaborasi dengan peneliti dari University of Maryland mengumpulkan sampel yang berbeda dari empat kantor di Amerika Serikat dan Inggris. 

Dari laporan penelitian tersebut disebutkan bahwa jika seorang atasan pria akan mempekerjakan pria lainnya, maka keputusan atasan ini akan bergantung pada seberapa menariknya kandidat tersebut dan jenis pekerjannya.

Kesimpulannya bahwa pria yang berparas menarik kemungkinan besar akan ditolak untuk kerjaan yang membutuhkan bakat individual. Seperti sales atau investment banking. 

Mereka bisa memiliki peluang yang besar jika mengambil posisi yang tidak terlalu penting, atau yang jenjang karirnya terbatas. Pria berwajah tampan ini kemungkinan juga mendapat pekerjaan dari kerjaan yang mengutamakan kerjasama tim.

Atasan pria (collegeforadultlearning.edu.au)

"Dengan banyak perusahaan yang melibatkan karyawan dalam proses rekrutmen, poin penting ini harus diperhatikan. Kesadaran bahwa perekrutan dipengaruhi oleh hubungan kerja potensial dan kecenderungan stereotip dapat membantu organisasi meningkatkan proses seleksi mereka," kata Prof Sun Young Lee, ketua peneliti dari University of Maryland.

Jadi jika kalian merasa tampilannya terlalu ganteng, pilih pekerjaan yang tidak dipimpin oleh pria lainnya. Atau ambil pekerjaan yang memang membutuhkan paras tampan sebagai nilai lebih. Semoga sukses wahai pria-pria tampan!

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"