Sederet Mitos dan Larangan Pernikahan Adat Jawa, Apakah Kamu Percaya?

Sederet Mitos dan Larangan Pernikahan Adat Jawa, Apakah Kamu Percaya?

Pernikahan dengan adat Jawa memang sangat menarik. Ada banyak aturan yang harus dipatuhi. Bahkan, ada juga lho sederet mitos dan larangan pernikahan Jawa yang nggak boleh diabaikan.

Ada banyak sekali mitos dan larangan pernikahan adat Jawa yang dipercaya masyarakat hingga sekarang. Mitos-mitos ini kabarnya bisa mempengaruhi keharmonisan pasangan hingga soal rezeki kelak setelah menikah. Apa aja ya, mitos-mitos tersebut?

Kamu pasti pernah mendengar soal weton, hari baik, hingga bibit, bebet, dan bobot kalau sudah masalah mencari jodoh atau pernikahan di adat Jawa, kan? Konon sih ya, hal ini bisa mempengaruhi kelanggengan pernikahan hingga hal-hal lain seperti keturunan, rezeki, kesehatan, dan sebagainya.

Nah, biar kamu nggak semakin penasaran, yuk simak apa aja mitos dan larangan dalam pernikahan Jawa!

Ilustrasi Pernikahan Adat Jawa (beritajowo.com)

1. Mitos Anak Pertama dan Anak Ketiga

Banyak orang tua Jawa yang sangat memperhatikan pernikahan antara anak pertama dengan anak ketiga. Jadi, maksudnya adalah, suami adalah anak pertama dari suatu keluarga dan istri adalah anak ketiga dari keluarga lainnya atau sebaliknya. Dalam budaya Jawa, hal ini disebut sebagai 'jilu' alias 'siji karo telu' yang artinya adalah satu dan tiga.

Konon, pasangan 'jilu' ini kabarnya bakal menjalani pernikahan dengan penuh perjuangan. Bahkan, ada yang percaya kalau pasangan ini sering tertimpa kesialan dengan rumah tangga yang nggak akur, mengalami perceraian, dan lain-lain.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"