SADIS! Begini Keseharian Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI yang Terjerat Pinjol

SADIS! Begini Keseharian Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI yang Terjerat Pinjol

Pelaku pembunuhan mahasiswa UI, Altafasalya Ardnika Basya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pria 23 tahun itu memiliki keseharian yang berbeda dibandingkan anak-anak mahasiswa lain yang kebetulan tinggal di tempat kos yang sama dengannya. 

Meskipun masih tercatat sebagai mahasiswa, Altaf memang sudah getol cari uang. Salah satu yang dilakukan adalah mengikuti investasi online kripto. Berkali-kali Altaf mengalami kerugian tetapi tetap saja karena penasaran, ia berusaha untuk terus menanam uang dalam bisnis investasi yang sedang naik daun.

Melansir dari detikcom, teman satu kos pelaku yang bernama Akbar menyebut jika Altaf sering begadang atau tidur larut malam karena main kripto. Keesokan harinya pun Altaf bangun siang karena jam tidurnya tidak teratur. Tentu kebiasaan bangun siang sudah dilakukan semenjak Altaf main kripto.

Keseharian Pelaku Pembunuhan Mahasiswa UI (Serambinews.com)

Pelaku pembunuhan mahasiswa UI ini pernah curhat dengan rekan satu kosnya, bahwa perjuangan dapat uang dari investasi kripto sangat sulit. Belum lagi sangat melelahkan karena harus mengorbankan waktu tidurnya tiap malam. Altaf kerap rugi dan berusaha mencari utang buat pinjam uang.

Beberapa bulan sebelum Altaf bunuh juniornya, sosoknya lebih tertutup. Diduga Altaf menjadi orang yang sangat tertutup. Dia alami kegelisahan yang terlihat jelas. Diduga masalah keuangan jadi penyebab, bagaimana Altaf mencari utang, gali lubang tutup lubang demi bisa membayar kerugian dari main kripto.

Termasuk harus membunuh juniornya yang bernama Muhammaf Naufal Zidan. Altaf datang ke kamar kos Naufal sembari mengatarkan korban. Diam-diam Altaf sudah menyimpan pisau lipat di dalam saku celananya. Saat akan pulang, Altaf langsung mengeluarkan pisau lipat itu dan langsung menusuk korban.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"