Rekomendasi 3 Warung Makan Mangut Ndas Manyung Khas Semarang, Bisa Pesan Lewat Ojol Kalau Mager

Rekomendasi 3 Warung Makan Mangut Ndas Manyung Khas Semarang, Bisa Pesan Lewat Ojol Kalau Mager

Jalan-jalan ke Semarang kurang lengkap kalau enggak sekalian nyicipin kulinernya yang aduhai. 

Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah ini memang terkenal dengan kulinernya yang memanjakan lidah. Terutama karena etnis masyarakatnya yang sangat beragam. Ada etnis Tionghoa, Arab, Jawa semuanya hidup rukun dan menyumbang warna tersendiri di sajian kulinernya.

Selain lunpia dan bandeng presto khas Semarang. Salah satu menu wajib yang haru kalian cicipi ketika main ke Semarang adalah makanan khas Pantura yaitu mangut pedas Ndas (kepala) Ikan Manyung.

Buat kalian masyarakat Jawa pasti sudah gak asing dengan menu mangut kan? Menu turun temurun yang gurih segar plus pedas ini memang selalu nikmat. Karena termasuk dalam kota Pantura, Semarang pun punya sajian ke-khas-an pada menu mangutnya. Mangut khas Semarang menggunakan ikan manyung sebagai bahan utamanya. Bagian tubuh yang digunakan pun bagian yang paling nikat: kepala!

Nah langsung saja ini dia 3 Tempat Makan Mangut Ndas Manyung Enak di Semarang!

1. Spesial Kepala Manyung Mas Ndudz di Jalan MH Thamrin No.90B, Semarang.

1. Spesial Kepala Manyung Mas Ndudz di Jalan MH Thamrin No.90B, Semarang. Seporsi mangut kepala manyung di Warung Mas Ndudz (gramho.com)


Sama seperti sajian mangut kepala manyung pada umumnya. Di warung makan Mas Ndudz ini, mangutnya disajikan dengan beragam rempah dan banyak cabai rawit. Kebayang kan, rasanya yang kaya dan gurih, serta pedasnya yang menggoyang lidah?

Untuk harga seporsinya, tergantung dengan ukuran kepala ikan manyungnya. Untuk mangut ndas manyung yang kecil, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar RP20.000. Sedangkan untuk kepala ikan Manyung besar, kamu perlu merogok kocek sebesar Rp40.000.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"