Ngenes! Cerpen Rakyat Tanjung Menangis Di Bawah Nilai Moralnya Pas Banget

Ngenes! Cerpen Rakyat Tanjung Menangis Di Bawah Nilai Moralnya Pas Banget
Pantai Jailolo (pinterest.com)

Karena lama bekerja di dalam istana, Bijak dengan mudah membawa keluar tahanan keluarga kerajaan. Setelah itu, dirinya pun langsung mengasingkan diri bersama Ratu dan kedua saudara Raja Binaut. Tentunya hal ini dilakukan agar nggak ketahuan oleh pejabat maupun pengawas kerajaan.

Seiring berjalannya waktu, tingkah dan sikap Raja Binaut kepada rakyatnya semakin sewenang-wenang. Hal itu mengakibatkan perubahan hati dari Patih yang ikut mendukungnya. Dirinya menjadi tidak senang dengan sikap Raja Binaut.

Suatu hari, gunung yang ada di sekitar Kerajaannya meletus. Tanpa diduga, istana yang dihuni oleh Raja Binaut dilewati aliran lahar panas. Lahar itu pun berhasil menghancurkan bangunan istana megah yang baru saja jadi.

Gunung meleteus (brad.erva-doce.info)

Melihat kondisi yang demikian, Binaut langsung lari mencari perlindungan. Dirinya lari tanpa tahu tujuan. Hal yang aneh pun terjadi. Lahar seolah mengejar ke mana pun langkah Binaut pergi. HIngga akhirnya Raja Binaut pun binasa karena dilahap lahar. 

Menurut cerpen rakyat Tanjung Menangis, jasad Raja Binaut terdampar di sebuah pantai. Seketika, bentang ala pantai itu berubah menjadi tanjung. Menurut kisah turun temurun, pada hari tertentu, penduduk sekitar bisa mendengar suara orang menangis yang berasal dari tanjung tersebut. Oleh karena itu, masyarakat sekitar pun memberi nama sebagai Tanjung Menangis.

Cerita rakyat (jalamalut.com)

Itulah cerpen rakyat Tanjung Menangis. Kita bisa mengambil nilai moral dari cerita tersebut, yakni agar tidak bersikap semena-mena, baik kepada keluarga maupun saat menjabat sebagai pemimpin. Semua itu nantinya hanya akan membawamu kepada petaka. So, hati-hati, ya.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"