# Masyarakat Didesak untuk Menghemat Listrik
Akibat dari lonjakan harga dan ditutupnya pembangkit listrik, masyarakat pun mau tak mau harus menghemat listrik. Para pejabat pun wajib memperpendek jam kantor dan mengadakan pertemuan online.
"Ini masalah neraca pembayaran. Itu bisa diatur. Tapi pemerintah harus menaikkan harga energi daripada menjatahnya," kata mantan pejabat senior IMF Ahsan H. Mansur menentang aturan baru pemerintah.
# Salah Satu Negara di Ambang Kebangkrutan
Mengutip BBC News, Bangladesh jadi salah satu negara dari empat negara yang berada di ambang kebangkrutan. Kondisi ini diakibatkan oleh utang dan inflasi. 3 negara lain yang juga di ambang kebangkrutan adalah Pakistan, Maladewa, dan Laos.
Inflasi yang terjadi di Bangladesh saat ini meningkat menjadi 7,56 persen pada bulan Juni 2022. Angka tersebut adalah angka tertinggi selama sembilan tahun terakhir.
Aturan soal jatah listrik ini sekaligus menunjukkan bahwa negara sedang dalam krisis ekonomi yang serius. Partai Nasionalis Bangladesh mengatakan bahwa pemerintah lah menjadi biang kerok masalah ini.