Mekar Setiap 3.000 Tahun Sekali, Inilah Keindahan Udumbara yang Disebut Bunga dari Surga

Mekar Setiap 3.000 Tahun Sekali, Inilah Keindahan Udumbara yang Disebut Bunga dari Surga

Rafflesia arnoldi mungkin adalah salah satu bunga paling langka di dunia. Bunga yang punya bau menyengat itu disebut sebagai bunga terbesar di dunia. Salah satunya ada di Bengkulu, Indonesia.

Tapi tahukah kamu kalo ada bunga yang lebih langka lagi di dunia? Bunga itu disebut sebagai bunga dari surga yang mekar setiap 3.000 tahun sekali!

Udumbara yang disebut bunga dari surga (pinterest.com)

Banyak legenda tentang bunga dari surga ini. Kaitannya erat sekali sama spiritualitas.

Bunga tersebut lebih dikenal sebagai bunga udumbara. Nama itu berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya 'bunga dari surga'. Nama itu mengisyaratkan makna dan legenda yang kuat terkait pembawa keberuntungan.

Bunga ini berukuran kecil, warnanya putih bersih yang menandakan kesucian. Bunga ini juga disebut-sebut membawa berkah dari surga.

Keistimewaan bunga udumbara yang katanya dari surga ini adalah bisa tumbuh di permukaan apa pun. Gak mesti di tanah aja, tapi bisa di logam, kayu, atau permukaan daun. Bahkan bunga udumbara juga pernah ditemukan mekar di sebuah patung Buddha. 

Udumbara bisa tumbuh di mana aja, tapi tiap 3.000 tahun sekali! (flikcr.com)

Oleh karena bisa tumbuh di mana aja, udumbara termasuk dalam kategori parasit. Bunga ini akan menyerap nutrisi dari inangnya meski gak begitu ngaruh karena ukurannya kecil banget. 

Saking kecilnya, bunga ini sulit dilihat dengan mata telanjang. Kita perlu bantuan kaca pembesar. Kalo dilihat lebih dekat, bunga ini terlihat seperti telur serangga. 

Tapi sekalinya mekar, bunga dari surga ini bisa bertahan cukup lama loh.

Keistimewaan lain dari bunga udumbara ini adalah wanginya. Meski berukuran kecil dan parasit, bunga ini ternyata punya wangi yang semerbak. Ketika mekar, bunga ini akan mengeluarkan wangi yang khas dan kuat sebagai tanda bahwa mereka telah mekar.

Bunga udumbara ini telah beberapa kali disebutkan dalam kitab Buddhisme, terutama dalam Kitab Suci Buddha aliran Mahayana, Sutra Teratai. Bagian dalam kitab itu menyebutkan, "sebuah bunga legendaris, mekar setiap 3.000 tahun sekali, memberitakan datangnya Sang Raja Roda Emas."



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"