Liburan Sambil Belajar Tentang Organ Intim Di Museum Penis Dan Vagina

Liburan Sambil Belajar Tentang Organ Intim Di Museum Penis Dan Vagina

Di London dan Islandia, ada dua museum unik yang punya koleksi berbagai jenis alat kelamin. Kayak apa ya museumnya?

Meski zaman makin modern dan canggih, masih banyak orang ngerasa tabu waktu ngomongin soal alat kelamin. Ngucapin kata penis dan vagina aja kayaknya masih risih. Banyak orang sering menghindari obrolan soal alat kelamin, padahal emang kenapa sih? 

Sebagai salah satu bagian tubuh, penis dan vagina seharusnya nggak jadi tabu atau seolah nggak pantes jadi bahan pembicaraan. Padahal bisa aja kan ngomongin dari sisi kesehatan atau bahkan ngehahas alat kelamin hewan? 

Demi menghapus stigma di masyarakat tentang tabunya membahas alat kelamin, sekarang ini ada lho museum penis dan vagina. Yap, isinya udah pasti segala hal menyangkut alat kelamin. Penasaran nggak sih kira-kira kayak apa ya koleksi museumnya?

Museum penis 

Museum penis (grapevine.is)

The Icelandic Phallological Museum Reykjavik, Islandia. Di dalam museumnya, ada lebih dari 250 alat kelamin dari ratusan binatang. Mulai dari yang ukurannya kecil kayak hamster, sampai yang super besar milik paus sperma. 

Ya, kalo kamu keliling museum ini, bisa liat berbagai macam bentuk penis, mulai dari beruang, anjing laut, kucing, tikus, dan manusia. Meski isinya penis semua, museum ini sama sekali nggak terkesan jorok, vulgar, seks, erotis, dan aneh kok. Malah kamu jadi bisa belajar juga soal organ tubuh mahluk hidup, kan?

Bagian dalam museum penis (b14.is)

Museum ini dibikin oleh sejawaran  Sigurdur Hjartarson tahun 1997. Awalnya sih cuma becandaan. Hjartarson termasuk orang yang suka mengoleksi lalu dia ngelakuin hal ini, ngumpulin penis yang belum pernah dilakuin orang lain. 

Awalnya, emang koleksi museum hanya binatang, tapi pernah ada laki-laki Islandia mendonorkan penisnya dan jadi koleksi museum. 

Museum vagina

Florence Schechter sebagai pendiri museum sebenarnya mengembangkan konsep buat bikin museum bertema vagina setelah ngeliat adanya museum penis di Islandia. Schechter ngerasa kok nggak ada yang ngebahas vagina secara berimbang. Terus dia mulai bikin kampanye di Crowdfunder dan ngumpulin uang 300 ribu poundsterling.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"