Inilah Pengemis Paling Tajir di Dunia, Penghasilannya Fantastis dan Punya Apartemen Mewah

Inilah Pengemis Paling Tajir di Dunia, Penghasilannya Fantastis dan Punya Apartemen Mewah
Bharat Jain, pengemis India paling tajir di dunia (thenationalopinion.com)

Penghasilan sebesar itu di India setara dengan gaji Ketua Menteri loh.

Bharat Jain juga disebut masih memiliki aset dalam jumlah yang fantastis. Gak heran deh kalo dia disebut seorang miliuner meski hanya seorang pengemis.

Bharat Jain dilaporkan memiliki apartemen BHK 1 yang tak jauh dari kota dengan nilai 80 lakh, sekitar Rp1,6 miliar!

Sukses jadi seorang pengemis, Bharat Jain juga melebarkan sayap usahanya. Dia pun memiliki sebua kios pertokoan. Dari hasil sewanya, Bharat Jain menghasilkan 10.000 rupee dalam waktu sebulan. Sekitar Rp1,9 jutaan.

Meski kini dia adalah miliuner dari hasil mengemis, Bharat Jain tetep menjalankan pekerjaannya sebagai seorang pengemis. Padahal keluarganya yang telah menjalankan bisnisnya meminta Bharat Jain untuk berhenti jadi pengemis. Tapi dia gak mau mendengarkan nasihat keluarganya.

Dia tinggal apartemen mewah di Mumbai ini loh (scoopwhoop.com)

Bharat Jain sendiri adalah seorang lelaki berusia sekitar 50 tahun. Dia masih memiliki anggota keluarga lengkap, seperti istri, saudara laki-laki, dua putra, dan ayah. Mereka semua tinggal di apartemen mewahnya.

Terlepas dari fakta itu, ternyata Bharat Jain bukanlah satu-satunya pengemis tajir di India. Fakta menarik menyebutkan bahwa pengemis di India rata-rata tajir melintir gengs.

Pengemis tajir melintir lainnya misalnya Krishna Gite. Dia biasa mengemis di Charni Road, Mumbai. Krishna pun memiliki apartemen senilai Rp80 juta dan tinggal bersama saudaranya di Nallasopara.

Kalo di Indonesia ada juga sih pengemis tajir begini. Tapi mungkin belom sampe punya apartemen mewah atau gaji fantastis sih. Cuma ya oke lah untuk disebut pengemis tajir.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"