India Jadi Negara Pertama yang Larang Peredaran Vapor

India Jadi Negara Pertama yang Larang Peredaran Vapor

Atas dasar permintaan generasi muda India, pemerintah setempat akhirnya memberlakukan larangan peredaran vapor.

Kasus kesehatan karena menggunakan vapor mulai bermunculan. Yang paling baru adalah pemuda bernama Adam Hergenreder asal Amerika Serikat. 

Paru-parunya didiagnosis mengalami kerusakan hingga mirip kepunyaan orang yang berusia 70 tahun. Diduga kebiasaan bervapenya yang baru dilakukan selama 2 tahun ini adalah penyebabnya. Belum lagi laporan departemen kesehatan AS baru-baru ini. 

India larang vapor (unilad.co.uk)

Dunia seharusnya mulai acuh dengan kondisi ini. Dan India menjadi negara pertama yang menseriusi masalah kesehatan pada konsumen vapor.

Mereka baru saja menjadi negara pertama yang secara efektif melarang peredaran vaping. Pada hari Rabu, negara tersebut mulai melarang penjualan, impor, iklan, dan produksi vape. 

Pelanggar pertama akan menghadapi satu tahun penjara dan denda $ 1.400. Sedangkan jika ketahuan melakukan pelanggaran berulang, mereka akan menghadapi prospek hukuman tiga tahun dan denda $ 7.000.

Secara teknis memang masih legal untuk merokok vapor di India, tetapi untuk menemukan pasokan legal nikotin vapor akan sangat sulit.

India larang vapor (bbc.com)

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga negara tersebut mendengar dukungan yang masif dari kalangan kaum muda terkait langkah ini. 

"Keputusan untuk melarang e-rokok akan membantu melindungi populasi, terutama kaum muda dan anak-anak, dari risiko kecanduan melalui rokok elektronik," kata kementerian itu dalam siaran pers.

"Produk-produk ini biasanya dipasarkan sebagai alternatif yang lebih aman untuk rokok konvensional tetapi gagasan keselamatan seperti itu salah"

Larangan yang dilakukan Pemerintah India seperti menjadi penutup minggu yang sulit bagi Juul, produsen rokok elektrik terbesar di dunia.Pada hari Selasa, hanya satu minggu setelah mereka mulai menjual e-rokok dan pod nikotin perusahaan, pengecer Cina tiba-tiba menarik produk Juul.

India larang vapor (engadget.com)

Dengan masing-masing 300 dan 106 juta perokok dewasa, Cina dan India adalah dua pasar rokok terbesar di dunia. Meskipun Juul belum mulai menjual vapornya di India, dan baru mulai memperluas pasar ke negara itu pada akhir tahun. 

Tetapi kebijakan ini tentu akan menghalangi upaya Juul yang sudah menargetkan produksi besar di sana.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"