Sri Prakash Lohia menghasilkan kekayaan yang didapatkan dari polyester bottle-grade (PET) dan petrokimia lainnya. Sekitar 1970-an, Lohia dan ayahnya bermigrasi dari India ke Indonesia mendirikan Indorama Corporation sebagai pembuat benang pintal.
Perusahaan tersebut sekarang menjadi pembangkit listrik tenaga petrokimia, membuat produk industri, seperti pupuk poliolefin, bahan baku tekstil, dan sarung tangan medis.
Sekarang Lohia menjabat sebagai ketua, tetapi tinggal di London. Sementara itu, putranya, Amit, yang menjadi wakil ketua di perusahaan. Keluarga Lohia memang berasal dari keluarga kaya. Mengingat, adik laki-lakinya, Aloke Lohia, merupakan seorang miliarder di Thailand yang juga menjalankan PET Indorama Ventures Public Co.
Kekayaan bersih yang ia miliki saat ini senilai USD 6,2 miliar setara Rp89,8 triliun. Namun, menurut data kekayaan Forbes, Lohia mengalami penurunan kekayaan yang sebelumnya sebesar Rp94,25 triliun. Dia berada di posisi 460 dunia.
4. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu, dikenal sebagai putra seorang pedagang karet. Prajogo memulai bisnis kayunya di akhir 1970-an. Perusahaan miliknya yang bernama Barito Pacific Timber mulai dikenal secara publik pada 1993.
Lalu, perusahaan berganti nama pada 2007 menjadi Barito Pacific usai mengurai penjualan dari bisnis kayunya. Pada tahun yang sama setelah berganti nama, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan petrokimia Chandra Asri, perusahaan yang juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
Kemudian, memasuki 2011, Chandra Asri akhirnya bergabung dengan Tri Polyta Indonesia dan menjadi salah satu produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.
Namun, sayangnya saham Barito Pacific mengalami penurunan harga aset karena melemahnya permintaan global untuk petrokimia. Oleh karena itu, kekayaan bersih yang tercatat saat ini senilai USD 5,6 miliar setara Rp81,1 triliun. Dia berada pada peringkat 514 orang terkaya dunia.
5. Jerry Ng
Jerry Ng, seorang bankir veteran yang sudah memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia perinvestasian. Kekayaan yang selama ini ia dapatkan dari saham di Bank Jago.
Pada 2019, Jerry mengakuisisi saham yang disebut Bank Artos. Kemudian Bank Jago ini bertransformasi menjadi bank digital yang ingin berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan fintech yang masih dalam kelompok kecil dan menengah.
Sebelumnya, Jerry pernah memegang posisi teratas di Bank Danamon Indonesia dan Bank Central Asia (BCA). Hingga memasuki Februari 2019, Jerry akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama Bank BTPN.
Kekayaan yang ia miliki saat ini tercatat sebesar USD 4,6 miliar Rp66,6 triliun dengan menduduki peringkat 646 dari seluruh dunia.
Namun, jika dilihat dari ruang lingkup Indonesia, kekayaannya tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya yang menduduki posisi 8 di Indonesia dengan kekayaan sebanyak Rp36,25 triliun.
6. Chairul Tanjung
Nama yang cukup familiar di dengar di berbagai media. Chairul Tanjung, dikenal karena menerbitkan kartu kredit, mengoperasikan hypermart, dan menjalankan stasiun televisi.
Chairul memiliki Trans Retail atau dikenal dengan toko kelontong dengan merk Carrefour dan Transmart. Kelompok konglomerat ini juga turut menguasai restoran franchise Wendy’s di Indonesia dan franchise Versace, Mango, dan Jimmy Choo.
Tak hanya itu, ia juga menanamkan sahamnya di maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Dengan begitu banyak bisnis yang dijalankan di berbagai industri, kekayaan yang dimiliki adalah sebesar USD 4 miliar setara Rp57,9 triliun.
Kekayaan tersebut mengalami penurunan sehingga membuatnya turun peringkat menjadi orang kaya ke-6 di Indonesia. Posisi awalnya dahulu berada di posisi ke-5 dengan kekayaan senilai Rp69,6 triliun.
7. Eddy K Sariaatmadja
Eddy Sariaatmadja, pendiri PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau EMTEK. Perusahaan didirikan pada 1983, awalnya sebagai distributor komputer di Indonesia. EMTEK kini dikenal memiliki jaringan media yang luas. Seperti televisi SCTV, Indosiar, dan O Channel, serta media digital.
Kekayaannya tercatat mencapai USD 3,6 miliar setara Rp52,1 triliun. Kekayaan yang dimilikinya naik dibanding awal tahun 2021 yang berada pada nilai Rp43,5 triliun. Di dunia, dia menduduki peringkat 879 sebagai orang terkaya sejagat.
8. Keluarga Dato’ Sri Tahir
Salah satu nama yang menjadi pendiri grup Mayapada, Tahir. Grup tersebut dianggap sebagai sekelompok konglomerat yang memiliki minat yang sama pada dunia perbankan, perawatan dan kesehatan, serta real estate.
Keluarga ini memiliki saham di Bank Mayapada dan Maha Properti Indonesia yang terdaftar sebagai perusahaan properti yang terdaftar pada 2018. Selain itu, Tahir juga memiliki properti di Singapura termasuk perusahaan properti yang terdaftar di MYP.
Tahir memiliki kepemilikan lisensi bersama yang menerbitkan Forbes Indonesia. Aset yang berfokus pada dunia perbankan membuatnya berada di peringkat 8 dengan kekayaan sebanyak USD 3,4 miliar setara Rp49,3 triliun. Dia masuk peringkat 939 orang terkaya dunia.
9. Djoko Susanto