Bungkus KitKat Jepang Bisa Dibikin Origami

Bungkus KitKat Jepang Bisa Dibikin Origami

Buat terkesan ramah lingkungan sehingga menarik minat pembeli, KitKat di Jepang menawarkan terobosan baru pada pembungkus wafer mereka.

Langkah mereka adalah dengan mengganti pembungkus plastik yang selama ini dipakai dengan bahan kertas ramah lingkungan.

Dan untuk mendorong niat seseorang untuk tidak membuang begitu saja pembungkus tersebut, Nestlé produsen KitKat memberikan bonus instruksi melipat origami dari pembungkus tersebut.

Bungkus KitKat dibikin origami (nestle.jp)

Dengan demikian Nestlé dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah produk buatan mereka.

Nestlé memperkirakan bahwa inisiatif baru ini akan membantu mengurangi limbah plastik perusahaan sekitar 380 ton per tahun. Namun, tidak semua orang yakin begitu saja dengan terobosan Nestlé yang satu ini.

Mereka menyebutkan bahwa limbah pembungkus KitKat hanyalah sebagian kecil plastik yang Nestlé produksi di seluruh dunia sepanjang tahun.

Bungkus KitKat dibikin origami (nestle.jp)

Oleh sebab itu, inisiatif ini hanya menjadi semacam manipulasi imej publik saja. Sehingga orang-orang percaya bahwa Nestlé adalah perusahaan yang sangat memperhatikan masalah lingkungan. Padahal inovasi KitKat ini hanyalah sedikit dari lautan plastik yang diproduksi oleh perusahaan.

"Pernyataan Nestlé tentang kemasan plastik tak lebih hanyalah langkah kecil  greenwashing untuk mengatasi krisis yang diciptakan mereka," kata juru kampanye Greenpeace Oceans, Graham Forbes.

Nestlé memang kerap dianggap sebagai salah satu pencemar plastik terburuk di dunia. Dan upaya mereka untuk mengurangi dampak pun sangat lambat. 

Padalah mereka memiliki kekuatan dan sumber daya untuk menghapus plastik sekali pakai di dunia yang dihasilkan kemasan mereka.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"