Bantal Adalah Penemuan Besar yang Wajib Disyukuri, Sebab Dulu Dibuat dari Batu!

Bantal Adalah Penemuan Besar yang Wajib Disyukuri, Sebab Dulu Dibuat dari Batu!

Nggak bisa dipungkiri lagi, tidur merupakan kebutuhan pokok setiap makhluk hidup. Terutama manusia. Tidur berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidup kita, jadi kalo kita kurang tidur, semuanya bisa berantakan gengs. Benar, kan?

Bicara soal tidur, kita nggak bisa lepas dari segala hal yang mendukung untuk tidur dong. Mulai dari kasur, selimut, suasana ruangan, atau bantal. Nah, karena ulasan ini mau ngomongin bantal ya kita fokus ke situ aja ya.

Bantal sekarang tuh empuk, biar tidur juga nyaman (livinghuntington.com)

Yak, bantal adalah salah satu benda pendukung untuk tidur. Tidur nggak pakai bantal oke-oke aja sih, tapi kebanyakan orang kan tidur pake bantal lah ya. Benda itu diciptakan dari jaman baheula untuk menopang kepala dan leher kita.

Bantal merupakan salah satu penemuan manusia yang harus kalian syukuri. Kenapa? Karena kita akan ngomongin sejarah tentang bantal, sampai bantal yang kita gunakan sampai sekarang ini. Kuy lah disimak dulu gengs.

Seperti dilansir Kompas.com, bantal pertama kali mulai digunakan manusia sekitar tahun 7000 sebelum Masehi (SM) di Mesopotamia Kuno. Peradaban Mesopotamia yang kini menjadi wilayah Irak menggunakan bantal untuk tidur.

Gini nih bantal tahun 7000 SM di Mesopotamia Kuno, BATU gengs! (mypillowguide.com)

Cuman ... jangan bayangin kalau bantal dari sejak pertama kali digunakan tuh udah empuk. Nggak! Bantal di zaman itu justru terbuat dari BATU! Batu gengs, batu ... yang bikin pecah kepala kalau diadu.

Bantal zaman dulu memang tidaklah dibuat demi kenyamanan tidur. Sebaliknya, bantal digunakan di peradaban Mesopotamia Kuno untuk mencegah serangga merangkak ke dalam mulut, hidung, atau telinga kita saat tidur. Makanya dibuat dari batu.

Bantal di peradaban kuno itu juga bisa menunjukkan status pemakainya. Semakin tinggi bantal (batu) yang digunakan, semakin kaya pula orang itu. Simpelnya, semakin tajir orang itu, makin sulit serangga menggerayangi tubuh mereka.

Kebayang nggak kalau ini bantal? Orang Mesir Kuno pakai ini buat tidur loh (commons.wikimedia.org)

Konsep bantal untuk mencegah serangga menggerayangi tubuh orang juga dianut oleh peradaban Mesir Kuno. Di samping itu, orang-orang Mesir Kuno percaya kalau kepala adalah kunci kehidupan spiritual yang harus dihargai.

Di peradaban Mesir Kuno, bantal justru dibuat dari berbagai material mulai dari marmer, keramik, batu, atau kayu. Semakin bagus material yang digunakan menandakan bahwa semakin religiuslah orang yang menggunakannya. Makanya nggak heran deh kalau orang Mesir Kuno juga mengukir pola-pola tertentu atau gambar para dewa demi mengusir roh jahat.

Selain Mesopotamia dan Mesir Kuno, di era Cina Kuno juga nih. Material untuk bantal yang digunakan juga macem-macem gengs. Ada yang dibuat dari porselen, batu giok, perunggu, bambu, atau kayu.

Ini bantal dari keramik zaman Dinasti Ming di Cina (vam.ac.uk)

Orang-orang Cina Kuno percaya bahwa bahan keras pada bantal akan membantu sirkulasi darah kita dan menjauhkan kita dari roh jahat. Mereka pun percaya kalau material bantal yang berbeda-beda juga punya fungsi untuk kesehatan yang berbeda-beda pula.

Nah, konsep bantal empuk ternyata dicetuskan oleh orang Yunani dan Romawi. Mereka meninggalkan ide bantal batu atau material keras lainnya dan beralih pada konsep bantal empuk gengs!

Di zamannya, bantal diciptakan dari kain-kain bekas yang diisi dengan bahan empuk seperti kapas, kapuk, alang-alang, maupun jerami. Tapi kemudian, ada kelas-kelas sosial juga tentang para pemakai bantal. Hanya orang-orang kaya sajalah yang bisa menggunakan bantal yang terbuat dari bulu lembut.

Sejak itulah kita mengenal konsep bantal empuk.

Konsep bantal empuk dimulai sejak era Yunani maupun Romawi Kuno (archiproducts.com)

Meski begitu, bantal tidak terlalu populer pada masa abad pertengahan di Eropa. Bahkan, Raja Henry VIII melarang penggunaan bantal kepada siapa saja. Kecuali wanita hamil dan keluarga kerajaan saja yang boleh.

Sementara pada masa Revolusi Industri pertama, bantal kembali digunakan banyak orang secara luas. Mungkin karena pada capek kerja kali yhaaa .... Lagian harga bantal di masa itu lebih terjangkau. Ini terjadi karena bantal diproduksi secara massal oleh perusahaan tekstil.

Pada masa kepemimpinan Ratu Victoria, bantal juga digunakan untuk fungsi dekoratif di sofa-sofa istana.

Sekarang tidur udah enak, makanya kalian harus bersyukur gengs (braintraining101.com)

Seiring berjalannya waktu, bantal tetap digunakan orang untuk segala aktivitas, terutama tidur. Material yang digunakan saat ini bahkan jauh lebih beragam, bentuknya pun juga aneh-aneh.

Maka dari itu, kalian harus bersyukur. Bayangin aja kalau bantal nggak pernah berubah dari zaman dulu, kita berarti tetep tidur berbantalkan batu atau material keras lainnya. Mau?

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"