ABG Bunuh Balita, Orang Tua Harus Gimana Agar Nggak Ada Kasus Serupa?

ABG Bunuh Balita, Orang Tua Harus Gimana Agar Nggak Ada Kasus Serupa?

Baru-baru ini ada kabar menggemparkan. ABG berusia 15 tahun berinisial NF ditetapkan sebagai tersangka pembunuh balita berusia 6 tahun. Menariknya, NF menyerahkan dirinya sendiri ke polisi dan mengakui perbuatannya.

Sebelumnya, NF pun sempat mengunggah status di Facebook yang boleh dibilang cringe abis. 

"Balita tak bernyawa itu masih di lemari bajuku...banyak warga mencarinya..pak rw selaku polisi dan pak rt yang memeriksa rumah ku seluruhnya tak satupun dari mereka yang menemukan nya..," tulis NF. 

NF membunuh balita berusia 6 tahun (grid.id)

Temannya di media sosial mengira NF cuma bercanda aja. Nggak taunya beneran dia membunuh balita itu. Bahkan NF, mengaku puas udah melakukan pembunuhanm tersebut.

NF dikenal sebagai sosok yang dikenal pendiam selama ini. Dua juga merupakan teman bermain balita yang ia bunuh sendiri. Menurut berita, NF membunuh teman mainnya itu karena terinspirasi dari sebuah film horror.

Duh, kalo udah kayak gini, sebenarnya gimana sih peran orang tua agar nggak terjadi kasus serupa?

Melansir Liputan6, Psikolog Rose Mini menghimbau ortu dan para guru yang punya anak ABG untuk memantau kondisi tumbuh kembang anak. Soalnya, usia remaja atau ABG itu emang tahap anak-anak mulai nyari jati diri. Kalo salah langkah, bisa bahaya.

Orang tua perlu membimbing anak (sbs.com.au)

Ia mengatakan kalo anak ABG punya kecenderungan masalah moral. Mereka nggak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, nggak tau apa yang harus dilakukan. Makanya, perlu dipantau dan diperhatikan oleh orang tua.

Selain itu, disarankan agar orang tua harus pebih memahami dunia apa yang anak-anak sukai. Misalnya dia nonton film, kita mesti tau kalo pemahaman anak tuh masih sederhana.

Belum tentu dia paham sekali dengan apa yang dilihat di film. Karenanya, mereka perlu didampingi orang tua.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"