Jadi Peristiwa Menyeramkan, Kesurupan Ternyata Bisa Dijelaskan Secara Medis, Begini Konsepnya

Jadi Peristiwa Menyeramkan, Kesurupan Ternyata Bisa Dijelaskan Secara Medis, Begini Konsepnya

Siapa nih pernah melihat atau mengalami kesurupan? Kesurupan bisa menyerang siapa saja dan dimana saja meski seringnya di tempat umum yang mengandung hawa negatif alias angker seperti gedung sekolah tua, pabrik, rumah kosong, dan sebagainya.

Fenomena kesurupan mungkin sudah nggak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ketika peristiwa itu terjadi, banyak orang percaya bahwa ada arwah yang merasuk ke tubuh seseorang. Arwah tersebut pun kemudian mempengaruhi tinfakan bahkan intonasi suara orang yang kerasukan tersebut. Namun ternyata, fenomena kesurupan bisa dijelaskan secara medis, lho.

Menurut dokter spesialis kejiwaan RS Omni Alam Sutera, Andri, FAPM, kondisi kesurupan yang diyakini sebagai kerasukan arwah dalam ilmu kedokteran jiwa sebenarnya tidak ada.

"Kita tahu sebenarnya yang benar-benar kesurupan sampai yang orang bilang possession, kemasukan setan, spirit atau arwah, itu kalau dalam ilmu kedokteran jiwa sebenarnya tidak ada," ujar Andri dikutip dari video yang diunggah pada kanal YouTube pribadinya Andri Psikosomatik, Jumat, (28/1/2022).

Kesurupan Ternyata Bisa Dijelaskan Secara Medis (Bola.com)

"Jadi biasanya yang kita temukan di dalam praktik namanya Dissociative Trance Disorder (DTD). Ada suatu gejala yang mirip dengan kesurupan atau possession itu," tambahnya.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, DTD sendiri merupakan salah satu kondisi gangguan kejiwaan yang memiliki kaitan dengan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh integrasi antara pikiran dan ingatan di masa lampau.

Nggak cuma itu, DTD juga dapat menyebabkan hilangnya kesadaran identitas dan hilangnya kontrol terkait tindakan serta gerakan tubuh pada orang yang bersangkutan. Orang dengan DTD juga kerap melarikan diri dari kenyataan dengan cara tidak disengaja dan dapat menyebabkan masalah pada fungsi kehidupan sehari-hari.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"