Kerajaan Hindu Budha di Indonesia tidak bisa lepas dari sejarah Nusantara. Kedua kepercayaan tersebut membentuk budaya sebagai identitas bangsa. Mau bertamasya ke peninggalannya? Yuk!

Persebaran kepercayaan di Nusantara dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan. Daerah kerajaan yang menganut kepercayaan tersebut merupakan jalur perdagangan yang menghubungkan Cina dan India. Dalam proses perdagangan tersebut terjadi akulturasi budaya dari India dan Cina. Artinya, corak kerajaan Hindu Budha di Indonesia berasal dari aktivitas perdagangan dan proses akulturasi. 

Proses akulturasi terjadi dalam aktivitas penduduk dibeberapa daerah dengan pendatang yang bertujuan untuk berdagang. Ada beberapa pendapat mengenai proses akulturasi. Yang pada intinya, dari pendapat-pendapat tersebut terjadi proses membudayanya dua kepercayaan, Hindu dan Budha.

Peta letak kerajaan Hindu Budha di Indonesia (slideplayer.info)

Jika kamu mau menyusuri sejarahnya, begini urutan peninggalan kerajaan Hindu Budha di Indonesia dari yang tertua hingga paling muda. Simak ya!

1. Kerajaan Kutai (400 Masehi)

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu yang tertua di Indonesia. Tepatnya, kerajaan ini berada di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Terdapat beberapa peninggalan yang masih disimpan dengan baik. Ada prasasti bernaman Prasasti Yupa. Di Museum Nasional Jakarta tersimpan peninggalan berpa Ketopong Sultan Kerajaan Kutai. Ketopong Sultan adalah mahkota kerajaan yang terbuat dari emas seberat 1,98 kilogram.

Mahkota Kerajaan Kutai (boombastis.com)

Peninggalan lainnya tersimpan di Museum Mulawarman yang beralamat di Jalan Diponegoro Tenggarong, Kutai Kertanegara. 

2. Kerajaan Tarumanegara (450 Masehi)

Kerajaan Tarumanegara merpukana kerajaan bercorak Hindu. Pusat kota kerajaan berada di Cirebon. Raja yang pertama adalah Purnawarman. Pada abad ke 7 kerajaan ini runtuh karena diserang Kerajaan Sriwijaya. 

Beberapa peninggalannya berupa prasasti, yaitu sebagai berikut.

- Prasasti Ciaruteun

(ruanasagita.blogspot.com)

Terletak di tepi sungai Cisadane, Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Prasasti ini bergambar laba-laba dan sepasang tapak kaki. Tapak kaki tersebut sebagai simbol Dewa Wisnu. Berjajar pula huruf Pallawa bahasa Sansekerta yang dianggap sebagai puisi. 

- Prasasti Pasir Kaleangkak

- Prasasti Pasir Awi

- Prasasti Kebon Kopi

- Prasasti Cidanghiyang 

(bantensite.com)

Prasasti ini terletak di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Bogor. Prasasti berisi puisi tentang pujian yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. 

- Prasasti Tugu

- Prasasti Muara Ciantern

3. Kerajaan Mataram Kuno (907 Masehi)

Bukti berdirinya Kerajaan Mataram Kuno atau sidebut sebagai Kerajaan Medang tertulis pada Prasasti Matyasih. Pusat kerajaan ini berada di Jawa Tengah yang berdiri Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Lawu dan Pegunungan Sewu. Kerajaan ini terkenal sangat subur karena mengalir air dari Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo, dan Sungai Bengawan Solo.

Gambar Candi Prambanan (sportourism.id)

Kerajaan Mataram Kuno dikuasai oleh 3 dinasti atau wangsa. Ketiga wangsa tersebut adalah Wangsa Sanjaya, Wangsa Syailendra, dan Wangsa Isyana. Kerajaan Hindu Budha di Indonesia ini punya peninggalan sebagai berikut.

Gambar Candi Kalasan (pegipegi.com)

- Candi Kalasan

- Candi Plaosan

- Candi Prambanan

- Candi Sewu

- Candi Mendut

- Candi Pawon

- Candi Sambisari

- Candi Sari

- Candi Kedulan

- Candi Morangan

- Candi Ijo

- Candi Barong

- Candi Sojiwan

- Candi Borobudur



Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna

Facebook Conversations