Danau Lau Kawar, Si Cantik yang Berselimut Misteri

Danau Lau Kawar, Si Cantik yang Berselimut Misteri

Propinsi Sumatera Utara memang terkenal dengan Danau Toba-nya. Tetapi tahu tidak kalau ada danau lain yang tak kalah cantik. Namanya Danau Lau Kawar di kaki Gunung Sinabung.

Jika menyebut tujuan wisata danau di Sumatera Utara kita akan otomatis menyebut nama Danau Toba. Memang tidak salah karena danau ini paling terkenal dan memang sangat cantik. Tetapi bagi kalian yang pernah mengunjunginya pasti ingin alternatif danau yang lain.

Untuk itu coba berwisata ke Danau Lau Kawar yang terletak di kaki Gunung Sinabung, sekitar 30 kilometer dari Kota Medan. Tepatnya, di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Percaya deh kalau danau ini tak kalah cantik dengan Danau Toba. Ya minimal 11-12 lah.

Danau Lau Kawar (travel.detik.com)

Hujaunya pemandangan Gunung Sinabung akan segera menjemput mata kalian begitu sampai lokasi. Memang tempat ini sempat sepi karena letusan Gunung Sinabung yang cukup kerap beberapa waktu yang lalu. Tetapi bukankah faktor ini membuat danau tersebut semakin eksotis bukan?

Air di Danau Lau Kawar berwarna hijau yang selaras dengan sejuknya kesegaran suasana gunung. Siapa yang tak betah duduk berlama-lama sambil menikmati pemandangan perbukitan hijau dan Gunung Sinabung menjadi latarnya. Karena masih sedikit wisatawan yang berkunjung, air di danau yang hijau ini masih sangat bersih. Terdapat juga area mendirikan tenda yang cukup luas.

Bagi yang percaya mitos, danau ini tak hanya indah, tetapi menyimpan cerita mistis yang tak kalah kencang mendetakkan otot-otot jantung. Terdapat pengakuan dari beberapa wisatawan yang berhasil kami himpun di sini.

Dikutip dari Kompas.com bahwa seorang anggota kelompok pecinta alam di Medan mengatakan bahwa danau ini terjadi karean air mata seorang ibu yang melihat anaknya bernama Sinabung dan Sibayak terus berkelahi. Kita tahu bahwa kedua nama ini adalah nama gunung di sana.

Cerita lain tentang kemisteriusan Danau Lau Kawar juga berhubungan dengan tangisan seorang ibu. Dikisahkan bahwa ibu ini begitu bersedih karena ia dilupakan oleh anak dan menantunya yang akan menikah. Kesedihan ibu ini lantas berubah menjadi danau yang menenggelamkan semuanya.

Danau Lau Kawar (agnesiarezita.com)

Mitos terakhir mengatakan bahwa dulu hidup seorang nenek yang memilih tinggal di puncak Gunung Sinabung, sementara anak, cucu dan keluarganya berdiam di kaki gunung. Suatu ketika, keluarganya mengadakan pesta dan mengutus seorang cucu untuk mengantarkan makanan kepada sang nenek. 

Namun di tengah perjalanan, cucu yang kelaparan menghabiskan makanan yang dibawanya. Mengetahui hal ini, nenek yang murka lalu menampar dan menyumpahi cucunya. Karena terus menangis, air mata cucu tersebut lama-kelamaan akhirnya membentuk sebuah danau. 

Terlepas dari mitos-mitos ini masyarakat setempat memiliki pantangan tertentu di sekitar Danau Lau Kawar. Seperti siapa saja pengunjung harus bersikap dan bicara sopan, dilarang berbuat asusila, memotong anjing, atau membuang pembalut wanita ke danau. Kalau dilanggar, maka penunggu danau dan gunung akan marah yang ditandai dengan datangnya badai.

Danau Lau Kawar (backpackerjakarta.com)

Seperti yang dialami traveler bernama Nina Widiyahwati yang pernah menceritakan kisah seramnya kepada detikTravel. Ia datang bersama 10 orang temannya. Tapi belum sampai ke sana, mereka sudah diganggu. Orang pintar setempat bilang, ada penunggu yang tidak suka karena salah satu dari mereka membuang puntung rokok sembarangan.

Orang pintar tersebut membekali mereka dengan air putih. Rombongan tadinya berencana kemping di danau, namun kabut terlalu pekat dan akhirnya mereka mencari penginapan.

Nah, tidak disangka mereka diganggu mahluk halus sepanjang malam. Dari penampakan bahkan kesurupan bergantian. Pagi harinya, Nina dan teman-temannya jalan-jalan ke Danau Lau Kawar. Mereka berjalan-jalan di danau karena masih penasaran seperti apa keindahannya. Nina merasakan suasana tenang, sepi, namun ketenangan itu dirasa aneh.

Lagi-lagi Nina kesurupan. Ia kembali sadar dengan bantuan temannya. Tak lama kemudian akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang saja agar tak lagi mengalami kejadian aneh.

Dari cerita-cerita di atas, buat kalian yang ingin ke Danau Lau Kawar, tak ada salahnya untuk berhati-hati dan tetap menjaga sikap, agar liburan tetap aman dan nyaman.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"