Sementara jika ia masuk ke kantor, akan 'sangat sulit' baginya untuk menghabiskan beberapa jam di kantor berpura-pura memasukkan data di Microsoft Excel selama waktu senggang karena bosnya duduk tepat di belakangnya.
# Menghabiskan Waktu Senggang di Toilet
Dia juga mengklaim bahwa rekan-rekannya mungkin merasakan hal yang sama. Sebab Ong mengamati sendiri bagaimana mereka 'mencari tempat' serta 'melihat email mereka berulang-ulang' atau bahkan menghabiskan waktu yang lama di toilet.
Tak hanya itu, Ong juga mengaku bahwa seniornya menyuruhnya untuk tidak mengeluh tentang kurangnya pekerjaan dan malah lebih lama menyelesaikan pekerjaan untuk hari itu.
Pria itu kemudian menceritakan bahwa gajinya sebesar SGD3.400 atau setara dengan Rp36 juta per bulan adalah cukup. Apalagi, pekerjaannya bukanlah pekerjaan yang bisa menyebabkan stress atau burn out karena harus bekerja lembur atau bekerja di akhir pekan.
Persoalaannya terbilang sepele, yaitu merasa bahwa tidak nyaman pekerjaan di kantor karena terlalu banyak waktu luang. Namun, justru karena waktu senggang ini, ia merasa stres, kurang energik, dan kurang menikmati.
Hahahaha, ada-ada aja ya orang tuh. Gak punya kerjaan bingung. Punya kerjaan gajinya banyak, tapi gabut juga bingung. Maunya apa siiih?