Tentang Nenek Lampir: Legenda dan Asalnya, Ternyata Bukan Dari Gunung Merapi!

Tentang Nenek Lampir: Legenda dan Asalnya, Ternyata Bukan Dari Gunung Merapi!

Nenek lampir atau lebih dikenal menggunakan panggilan Mak Lampir mulai dikenal semenjak dijadikan sebagai salah satu karakter dalam laga Misteri Gunung Merapi yg ditayangkan pada Indosiar. Tentu saat serial itu ditayangkan, Indosiar masih asik menyajikan laga yang berkisah tentang konflik garuda di atas sekolah negeri kekinian. Nggak nyambung? Apalagi kini , judul-judul sensasionalnya tentang azab malah bikin sengsara batin dan pikiran! 

Nenek Lampir memang lebih dikenal sebagai karakter dari Misteri Gunung Merapi. Dan sekalipun serial itu berlatarbelakang sejarah, eits, jangan percaya begitu saja ya apabila sosok ini memang dari sana. Sosoknya yang jahat dan selalu tertawa menakutkan ini dipercaya memang ada dan pernah hidup di dunia. Namun, bukan di Gunung Merapi, melainkan pada daerah lain. 

Mak Lampir (youtube.com)

Yuk kita simak mengenai fakta yang berkaitan dengan nenek Lampir. Semoga bisa berguna memberi pemahaman baru bagi para penyuka sejarah Indonesia, ya. 

Awalnya nenek Lampir itu populer karena kecantikannya 

Menurut catatan sejarah, Nenek Lampir adalah galat satu puteri yg dari berdasarkan Kerajaan Champa. Kerajaan ini diketahui pernah berkuasa atas beberapa daerah pada Asia Tenggara, yakni Vietnam Tengah dan Selatan pada abad ke-7. 

Kecantikan nenek Lampir (youtube.com)

Nah, suatu hari, Nenek Lampir jatuh cinta dengan insan harimau yang dikenal menggunakan nama Datuk Panglima Kumbang. Dan sebagaimana romansa yg tragis, perasaan keduanya nggak mendapat restu menurut ke 2 orangtua. 

Kisah cinta yang berakhir dengan tragis 

Oleh karena itu, Nenek Lampir langsung menetapkan buat bertapa di bawah Gunung Merapi. Dan semasa pertapaan, dirinya bertemu menggunakan pertapa lain yang nantinya menjadi guru Nenek Lampir dan mengajarinya semua ilmu kesaktian.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"