Ngeri! Ngaku Anak Konglomerat Punya Uang Jajan Rp2 M, 'Sosialita' Ini Diburu Polisi Karena Menipu Di Banyak Negara

Ngeri! Ngaku Anak Konglomerat Punya Uang Jajan Rp2 M, 'Sosialita' Ini Diburu Polisi Karena Menipu Di Banyak Negara
Gaya Hidup Azura Luna (Berbagai Sumber)

Mengintip laman LinkedIn, Azura Luna mengaku sebagai direktur pelaksana 'Grup Penasihat APAC'. Konon, dia juga lulusan psikologi di Dartmouth College, New Hampshire, Amerika Serikat. Azura juga mengklaim dapat gelar MBA dari Cambridge University, Inggris dan terjun ke bidang teknik kedirgantaraan di MIT, di AS.

Robert juga pernah mengirim uang pada Azura sebesar US$ 150.000 atau sekitar Rp2,1 milyar untuk membiayai ayahnya yang sakit pada akhir 2017 silam. Robert juga mentransfer US$ 30.000 atau Rp420 juta untuk sumbangan amal yang tak pernah ada

Robert bahkan pernah memberi Azura American Express black card, sebuah kartu kredit terbitan bank American Express Centurion Bank dan American Express Bank, yang merupakan kartu paling elit yang hanya bisa dimiliki orang-orang dengan kekayaan fantastis.

Diduga Identitas Asli Azura Luna (Berbagai Sumber)

Memiliki banyak kasus penipuan, Azura kini jadi buronan polisi Hong Kong. Sayangnya, tidak ada yang pasti soal siapa Azura Luna. Tapi berdasarkan informasi dari Scamion.com, situs yang mengungkap identitas penipu, Azura Luna Mangunhardjono bukan nama aslinya.

Dia ternyata memiliki nama asli Enjang Widhi Palupi kelahiran Kediri, 27 Oktober 1978. Seperti identitasnya, informasi tentang keberadaan Azura Luna pun seakan susah ditemukan. Pada September 2019, dia sempat melakukan wawancara dengan Post Magazine. 

Melalui video call, Azura membantah semua tuduhan penipuan yang ditujukan padanya. Di momen itu juga, Azura Luna mengaku tengah hamil anak kembar. Di sinilah akhir dari informasi terkait Azura Luna. Belum ada perkembangan dari kasus penipuan terbaru yang diduga dilakukan oleh Azura Luna.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"