Mengenal 'Diderot Efek': Awalnya Cuma Belanja Satu Barang, Tapi Lalu Keterusan Jadi Belanja Berkali-Kali

Mengenal 'Diderot Efek': Awalnya Cuma Belanja Satu Barang, Tapi Lalu Keterusan Jadi Belanja Berkali-Kali
Belanja online terus menerus bisa jadi tanda kamu kena efek diderot (idntimes.com)

# Tak Berhenti Belanja

Jubah merah indah akhirnya bisa dibeli Diderot. Sangking indahnya, Diderot merasa barang-barang di sekelilingnya kurang sepadan untuk menemani jubah merah tersebut. Filsuf itu segera merasakan dorongan untuk membeli beberapa barang baru agar sesuai dengan keindahan jubahnya.

Dia mengganti permadani lamanya dengan yang baru. Dia mendekorasi rumahnya dengan patung-patung indah dan meja dapur yang lebih baik. Dia membeli cermin baru untuk ditempatkan di atas mantel, dan seterusnya.

Barang menumpuk karena belanja terus (indozone.id)

Pembelian reaktif ini dikenal sebagai Efek Diderot.

Efek Diderot menyatakan bahwa memperoleh kepemilikan baru sering kali menciptakan spiral konsumsi yang mengarahkanmu untuk memperoleh lebih banyak hal baru. Akibatnya, kita akhirnya membeli barang-barang yang sebelumnya tidak pernah kita butuhkan untuk merasa bahagia atau puas.

Meskipun rasa tidak puas dan keinginan untuk memuaskan hasrat diri itu natural. Tapi kalau sampai jadi kecanduan tentu gak sehat juga dong! 

Jadi, sebisa mungkin selalu berpikir dua kali sebelum beli barang baru. Terutama buat kamu yang punya masalah keuangan.

Kalau bisa, hapus semua aplikasi belanja online dan jangan sering-sering pergi ke mall. Materi adalah hal yang fana gesss.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"