Malam Guy Fawkes, Kegagalan Teror oleh Kelompok Katolik

Malam Guy Fawkes, Kegagalan Teror oleh Kelompok Katolik

Setiap tanggal 5 November malam, Inggris diwarnai dengan cahaya kembang api. Pada tanggal ini selalu diadakan perayaan Malam Guy Fawkes. Warga kota dengan suka cita memakai kostum dan mengadakan arak-arakan di jalan.

Taggal 5 November dikenang sebagai hari ketika Guy Fawkes ketahuan bersembunyi di ruang bawah tanah gedung parlemen Inggris. Laki-laki yang lahir pada 13 April 1570 tersebut ditangkap basah sedang mencoba menyulut bubuk mesiu. Ia berniat untuk meledakkan gedung parlemen serta orang-orang yang berada di dalamnya. Rencana peledakan ini gagal dan Raja Inggris James I selamat. Beserta dengan semua yang ada di dalam gedung parlemen Inggris.

Topeng Guy Fawkes yang terkenal (nationalgeographic.com)

Tertangkapnya Guy Fawkes di bawah gedung parlemen Inggris merupakan kegagalan teror oleh kelompok Katolik.

Keinginan Guy Fawkes untuk membunuh raja Inggris bukan tanpa alasan. Malam Guy Fawkes punya sejarah yang panjang. Pada masa Henry VII menjadi raja Inggris, dia memutus hubungan Inggris dengan Katolik Roma dan mendaulatkan diri sebagai Kepala Gereja Inggris. Pada masa ini ratusan gereja Katolik ditutup dan harta kekayaan mereka diambil oleh kerajaan.

Sejak saat itu kehidupan umat dan Gereja Katolik ada di bawah bayang-bayang kerajaan Inggris.

Meskipun tahta kerajaan telah berganti, Elizabeth I meneruskan tradisi Raja Hendry VII. Ia memberikan hukuman berat bagi siapa pun yang diketahui memeluk agama Katolik. Nasib sengsara umat Katolik masih terus berlanjut.

Gay Fawkes digambarkan sebagai pria berambut panjang (comicbook.com)

Pada saat Ratu Elizabeth I meninggal dan digantikan oleh James I, warga Katolik berharap penderitaan mereka akan berakhir. Namun nyatanya tidak. James adalah pemeluk Protestan dan putra seorang Katolik. Nyatanya dia juga berlaku semena-mena pada umat Katolik. Dia justru memerintahkan para pemimpin orang-orang Katolik untuk meninggalkan Inggris.

Karena terus ditekan dan diperlakukan tidak adil, orang-orang Katolik kemudian merencanakan pemberontakan. Pada Februari 1604, tiga orang beragama Katolik yakni Robert Catesby, Thomas Wintour, dan John Wright bertemu di London dan mulai menyusun rencana untuk menjatuhkan kekuasaan James I. Mereka mengajak Spanyol untuk bekerjasama, namun ditolak.

Meski ditolak, mereka bertemu dengan Guy Fawkes, seorang hali bahan peledak. Orang-orang itu lalu merencanakan peledakan gedung parlemen dan mentarget Raja Inggris.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"