Dosen Memanggil, 5 Derita Mahasiswa Tingkat Akhir

Dosen Memanggil, 5 Derita Mahasiswa Tingkat Akhir

Cuma mahasiswa tingkat akhir yang tahu deritanya.

Masa awal kuliah adalah masa-masa yang indah. Tempat baru, teman baru, sungguh aroma kehidupan baru yang fresh dan berenergi. Awal kuliah masih rajin pergi ke kampus, takut kalau bolos kelas dan suka banget nongkrong sama temen-temen. Tapi beda lagi kalau udah menginjak semester 7 atau tahap akhir perkuliahan. Banyak yang semangatmya udah luntur berceceran, bersama dengan susahnya dapat gebetan. Udah jomblo, revisi gak kelar-kelar. Nestapa jones tingkat akhir deh.

Kamu termasuk gak gengs?

Buat kamu yang lagi ngerjain skripsi dan lagi bimbingan, pasti tahu deh rentetan derita berikut ini.

1. Mulai sepi gak ada temen

Ke mana-mana sendiri (blog.cort.co)

Mahasiswa tingkat akhir populasi jumlah kawan seangkatan juga menurun. Apalagi kalau udah banyak yang udah selesai kuliahnya dan diwisuda. Kamu yang belum selesai jadi ke kampus sendiri, ke perpus sendiri, ke kantin sendiri. Duh, semangat ya kamu.

2. Nostalgia masa lalu

Lihat para mahasiswa baru dengan semangat berapi-api bikin kamu ingat masa awal kuliahmu dulu dan ingat segala kenangan yang telah berlalu. Jadi kangen temen-temen yang suka ngumpul bareng. Mereka udah selesai, tinggal kamu yang masih harus terus berjuang untuk lulus.

3. Susah ketemu dosen 

Mau rajin bimbinan dosen sibuk (divinity.cam.ac.uk)

Kalau dosennya ramah dan gak sibuk sih enak. Coba aja dapat dosen yang super sibuk dan banyak proyek, suka ke luar kota lagi. Susah banget ditemui dan suka lama banget nunggu seharian, kalau beruntung bisa ketemu. Kalau gak besok nunggu lagi dari pagi. Gak semua dosen juga bales chatnya cepet dan mau ditelfon. Sabar ya kamu...

4. Dosen bimbingan dadakan

Ini bikin kalang-kabut dan ribet. Belum siap bimbingan atau pas lagi ada agenda yang gak bisa ditinggal, tiba-tiba dosen minta bimbingan karena bisanya cuma sekarang. Duh, mau kesel tapi takut susah lulus.

5. Sabar dengan pertanyaan 'Kapan lulus?' dan 'Kapan nikah?'

Mereka gak tahu gimana capeknya menghadapi pertanyaan ini. La apa dikira kita gak mau lulus dan nikah? Bimbingan aja susah, pacar gak punya coba. Beratnya hidup ini.

6. Gak peduli penampilan



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"