Budayawan Wacanakan Legalisasi Ganja untuk Dongkrak Perekonomian Indonesia, Setuju Gengs?

Budayawan Wacanakan Legalisasi Ganja untuk Dongkrak Perekonomian Indonesia, Setuju Gengs?

Ganja adalah salah satu tanaman yang dilarang ditanam di Indonesia. Meskioun beberapa negara ada yang melegalkan, tapi sampai sekarang tanaman ini masih kontroversi. Beberapa kelompok masyarakat menginginkan agar ganja legal, tapi pemerintah masih melarang.

Seorang budayawan mengusulkan buat nanem ganja nih gengs. Buat menolong perekonimian Indonesia. Banyak sektor yang rugi dan negara juga ngeluarin banyak uang buat mengatasi wabah ini. Biaya penangan wabah mengambil alih keuangan dari berbagai proyek strategis khususnya bidang infrastruktur. Presiden Joko Widodo menambahkan Rp 405 triliun untuk mengatasi corona.

Bramantyo Prijosusilo wacanakan ganja legal (nahimunkar.org)

Budayawan bernama Bramantyo Prijosusilo ngasih usulan untuk melegalkan ganja. Biar bisa jadi komoditas perdagangan andalan negara. Kalau ditanam dalam jumlah besar kan bisa jadi komoditas expor juga gengs.

Di sampaikan melalui postingan di Media Sosial Facebook yang Senin, 6 April 2020. Judulnya "Untuk mengurangi cekikan modal di saat wabah, saatnya legalkan ganja." Dia menjelaskan pemakaian ganja adalah tradisi di banyak sekali masyarakat Islam klasik.

Ganja dipakai dalam masakan khas Aceh dan bahkan ditambahkan ke dalam kopi. Kebiasaan ini sudah dilakukan hingga sekarang. Ada juga pendapat bahwa pemakaian wajar, lebih aman daripada alkohol dan rokok.

Tanaman ganja (lgn.or.id)

Saat ini 29 negara bagian di AS telah melegalkan ganja dan menjadi komoditas laris manis saat perekonomian terpuruk seperti sekarang.

Ganja yang lebih murah dan tidak menimbulkan efek samping lambat laun dianggap lebih baik ketimbang alkohol yang memiliki risiko kematian bagi pengonsumsinya.

Bramantyo mengatakan kalau ganja adalah tanaman asli nusantara yang bisa tumbuh dengan baik, bahkan di lahan kritis. Tapi tentu penanaman dan pemakaiannya harus tetap diawasi.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"