Buah Kerjasama RI dengan Arab Saudi, Industri Ikan Indonesia Diproyeksikan Berjaya

Buah Kerjasama RI dengan Arab Saudi, Industri Ikan Indonesia Diproyeksikan Berjaya

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Arab Saudi beberapa waktu lalu, diharapkan dapat membuka jalan kerjasama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah lainnya.

“Nah, mengapa Arab Saudi? Kita melihat Arab Saudi leader di kawasan itu. Oleh karena itu, kalau kita mengikat satu kesepahaman dengan leader, mudah-mudahan yang lain juga bisa ikut (kerjasama), itu yang pertama." ujar Rifky di Jakarta, Rabu (8 Maret 2017.

Potensi kerjasama kedua negara ini di antaranya  pembangunan kelautan dan perikanan; keamanan pangan dan karantina ikan; promosi dan pemasaran produk perikanan; pengelolaan dan konservasi sumber daya laut pesisir; pengetahuan dan penelitian terapan serta pelatihan teknis modern; serta pertukaran informasi dan pengalaman sebagai tambahan untuk pelatihan teknis modern.

Potensi kelautan dan perikanan sepertinya akan menjadi bidikan utama. Alasannya tak lain adalah besarnya kebutuhan pangan kawasan tersebut dan tingginya potensi kelautan dan perikanan nasional

"Yang kedua, umroh, haji Indonesia, ke Saudi itu lebih dari 2 juta orang setahun, dan itu semua butuh makan. Kemudian TKI kita, di sana juga jutaan orang. Oleh karena itu, kerja sama dengan Saudi menjadi penting sehingga kita bisa memperoleh benefit yang maksimal dari sektor kelautan dan perikanan,” imbuh Rifky.

Untuk saat ini,  ekspor perikanan Indonesia masih bisa dibilang terbatas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai USD66,8 juta atau senilai Rp869 Miliar.

Komoditas ekspor utama yaitu tuna, cakalang, tongkol dengan nilai terbesar yang mencapai USD56 juta. Sisanya sebesar USD10 juta terdiri dari ikan olahan lain, udang, sarden, ikan hias, dan binatang melata. Hasil budidaya ikan seperti lele juga diharapkan untuk bisa berperan, mengingat budidaya ikan lele yang tidak terbatas.

Rencana pemerintah ini direspon cepat oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Arab Saudi. Kedua lembaga ini mempertemukan Delegasi Dagang Indonesia dengan perusahaan Arab Saudi untuk melakukan kontak dagang dengan komoditas utama produk ikan olahan.

Kepala ITPC Jeddah Gunawan optimistis kontak dagang tersebut akan berbuah manis. Delegasi Dagang Indonesia terdiri dari tim manajemen PT Kelola Mina Laut (KML) Food serta Kelompok Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sedangkan perusahaan Arab Saudi yang hadir yaitu BADIR Global Business Development Co. yang merupakan anggota dari Naghi Group.

“PT KML Food merupakan perusahaan Indonesia dengan produk ikan yang telah sukses menembus pasar ekspor tradisional dan berpenetrasi ke pasar nontradisional. Dengan kontak dagang ini diharapkan pangsa pasar produk ikan olahan Indonesia dapat semakin besar di Arab Saudi,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 10 Maret 2017.

Konsul Jenderal RI Jeddah M Hery Saripudin juga menyatakan optimistis produk ikan olahan Indonesia sukses di pasar Arab Saudi. "Kami, KJRI dan ITPC Jeddah, sudah mempertemukan para pengusaha Indonesia dengan pengusaha Arab Saudi untuk menjalin kontak dagang. Kualitas produk olahan ikan Indonesia sangat kompetitif. Diharapkan, pertemuan ini dapat menstimulasi terjadinya transaksi bisnis di Arab Saudi,” tutur dia.

Potensi ekspor perikanan Indonesia dapat dilihat dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mencatat produksi ikan tangkap Indonesia pada akhir 2015 mencapai 6 juta ton. Sedangkan pada akhir 2016 diperkirakan mencapai 7 juta ton atau tumbuh 16,7 persen. "Dengan demikian potensi ekspor ikan tangkap Indonesia cukup besar," ungkap Hery.

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada Oktober 2016 komoditas makanan dan minuman Indonesia yang masuk pasar Arab Saudi tumbuh positif sebesar 6,2 persen. Komoditas perikanan dan produk ikan juga tumbuh positif sebesar 2,88 persen dan secara year on year tumbuh positif 195,35 persen.

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"