Kolombia akan memiliki bis baru untuk bus rapid transit mereka. Lucunya kalo dilihat-lihat bentuk bis yang panjangnya 27 meter ini mirip ulat gengs.

Penduduk kota Jakarta boleh bersorak dengan kehadiran MRT (Mass Rapid Transit) sebagai moda transportasi baru. Begitu juga dengan penduduk kota Bogota, ibukota Kolombia yang akan mendapatkan kendaraan umum yang tak kalah heboh.

Perusahaan otomotif BYD akan meluncurkan sebuah bis bernama K12A yang diklaim sebagai bis listrik terpanjang di dunia. Kedaraan umum tersebut akan memiliki panjang 27 meter, dengan 2 sambungan untuk 3 bodi bis. Bus berwarna merah itu terlihat seperti ulat raksasa.

Bis ulat dari Kolombia (byd.com)

Dengan panjang tersebut, K12A dapat mengangkut penumpang hingga 250 orang. Hanya saja melihat bobot dan bersumber tenaga listrik, bis ini dapat mencapai kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam. Meski begitu 'bis ulat' ini sanggup melakukan perjalanan hingga 300 km dengan sekali pengisian daya. 

Di negara Kolombia sana, bis ini akan menjadi bagian dari sistem transit cepat bus (BRT) TransMilenio. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan bergabung dengan perusahaan BRT lain di seluruh dunia.

Meski terlihat lucu dan pengumuman kehadiran bis ini dilakukan pada tanggal 1 April, BYD dalam sebuah tweet berjanji bahwa bis ini bukan lelucon April Mop belaka. Bagaimanapun juga, BYD jarang bercanda untuk urusan pengenalan moda transportasi baru yang unik-unik. Seperti pada bulan Januari lalu saat perusahaan meluncurkan bus bertingkat listrik terbesar di dunia.

BRT TransMilenio di Kolombia (colombia.co)

Memang kiprah BYD dalam dunia transportasi umum belum banyak dibicarakan. Terlepas perusahaan ini pernah membantu Uber menguji kendaraan listrik di tahun 2015. Tetapi perusahaan ini sedang sibuk memproduksi bus listrik. Mereka telah memproduksi lebih dari 50.000 dalam sembilan tahun terakhir. 

Jika kalian tidak dapat pergi ke Kolombia untuk melihat bis ulat terbaru ini, kalian bisa melihat K12A beraksi di tweet di bawah ini.

Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna



Facebook Conversations