Shanaz, yang berjuang untuk mencari tempat aman dari banjir di Aceh (tiktok)
Ia dan tim akhirnya bisa sampai di Krueng Simpol Tipeun Mane pada malam hari jam 22.15. Keesokannya yaitu Jumat (28/11), menjadi penentu apakah Shanaz bisa meninggalkan daerah berbahaya itu.
Jalan tembus untuk melalui Jembatan Tipeun Mane akhirnya berhasil diamankan. Walau begitu, ia dan korban lainnya harus kembali berjalan sejauh 15 kilometer demi bisa menyebrangi jembatan yang miring dan jebol itu.
"Melewati sungai adalah angin segar bagi kami, karena akhirnya kami sudah berhasil melewati zona bahaya dan melanjutkan perjalanan ke Bireun kota. Perjalanan yang sangat melelahkan, kamu berjalan sekitar 20 kilometer melewati trek tanjakan yang seperti tiada ujung," ungkap Shanaz.
Perjalanan Shanaz dan timnya begitu melelahkan dan penuh haru. Ia pun akkhirnya tiba di sebuah kampung dan meminta diantarkan warga setempat untuk menuju Kota Bireuen. Dan akhirnya, Shanaz berhasil berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan selamat.
"Biarlah ujian ini jadi hikmah dan cara Allah InsyaAllah untuk menghapus dosa-dosa kita, Allah tidak akan membebani suatu kaum di luar batas kemampuannya," tutup Shanaz.
