Sumbangan Sosial Berhadiah (SSB) dengan omset Rp 1 triliun
Setelah era National Lotre, muncul semacam undian yang diberi nama Sumbangan Sosial Berhadiah (SSB). Sumbangan Sosial Berhadiah ini sendiri mulai diberlakukan pada tahun 1979. Dan langsung digandrungi oleh masyarakat dengan jumlah 4 juta kupon disebar dan diundi setiap dua minggu sekali.
Pengelolaannya sendiri diserahkan kepada Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS) yang berpusat di Jakarta. Laporan Kedaulatan Rakyat 27 Maret 1986 menyebutkan bahwa setiap tahun Sumbangan Sosial Berhadiah setiap tahunnya mampu meraih omset Rp1 triliun.
Ada pula jenis judi Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) yang dikeluarkan oleh Badan Usaha Undian Harapan yang juga tidak kalah populer di masyarakat.
udi Porkas, Meniru Sistem undian berhadiah Inggris di bidang olahraga
Berikutnya, ada lagi jenis judi legal lainnya yang diberi nama Porkas, yang notabene adalah akronim dari Pekan Olah Raga dan Ketangkasan alias judi olahraga. Tak main-main, Judi Porkas ini meniru sistem serupa seperti yang dilakukan oleh Inggris.
Permainan Judi Porkas sendiri hanya menebak hasil akhir pertandingan 14 klub sepak bola di divisi utama apakah bakalan menang, seri, atau kalah.
Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (KSOB) hasil pergantian nama dari Judi Porkas
Porkas kemudian bersalin rupa menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (KSOB) lantaran banyaknya protes dan tekanan dari masyarakat yang menolak legalisasi judi.
Laporan Tempo medio 28 November 1987, dalam “Menebak-nebak Izin Porkas”, mengungkapkan bahwa ada hadiah sebesar 8 juta rupiah yang disediakan pemerintah dengan harga kupon Rp 600 per lembar.
Sepanjang tahun 1987, KSOB diketahui berhasil menghimpun dana dari masyarakat hingga mencapai sebanyak Rp 22 miliar.
Eksistensi judi yang dilegalkan oleh pemerintah baru akhirnya benar-benar tidak ada alias dilarang pada 24 November 1993. Pada saat itu, kupon-kupon SDSB atau KSOB sudah tak lagi diedarkan oleh para agen karena kuatnya tekanan dari masyarakat dan mahasiswa yang menolak.
Alhasil, menteri Sosial kala itu, yakni Endang Kusuma Inten Soewono akhirnya memutuskan untuk menghapus segala macam bentuk perjudian di hadapan DPR.
Nah jadi itulah sejarah judi yang dilegalkan langsung oleh pemerintah yang disinyalir bikin cuan banyak masyarakat dan pejabat. Gimana nih menurut kalian semua gengs?