Awan 'Topi' di Puncak Rinjani Bukan Tanda Datangnya Gempa

Awan 'Topi' di Puncak Rinjani Bukan Tanda Datangnya Gempa

Puncak Gunung Rinjani dikabarkan tertutup awan yang mirip sebuah topi. Banyak yang mengira ini sebagai pertanda datangnya gempa. Tetapi dibantah oleh BMKG setempat.

Sebuah pemandangan menakjubkan terjadi di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Puncak gunung tersebut ditutupi awan yang mirip dengan topi. Sedangkan langit di sekitarnya berwarna biru cerah.

Meski menakjubkan, banyak pihak yang khawatir bahwa keberadaan 'topi' awan ini sebagai penanda kedatangan gempa. Kekhawatiran ini merebak setelah beberapa waktu sebelumnya, pulau tetangga yakni Bali digoyang gempa bermagnitudo 5,8.

'Topi' di Gunung Rinjani (Instagram @inforinjani)

Tetapi anggapan ini segera ditampik oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Rianto. Dia menyebutkan bahwa fenomena ini hanyalah fenomena alam biasa.

"Itu fenomena alam dari awan Lenticular," ujar Agus, seperti dilansir Antaranews.com.

Karena ini adalah fenomena alam biasa, maka tidak ada kaitannya dengan gempa bumi atau menandakan kedatangan gempa. "Tidak ada kaitannya, itu hanya rumor."

Tetapi Agus menambahkan kalau keberadaan awan ini bisa membahayakan penerbangan. Karena awan Lenticular secara efektif menutup puncak gunung. "Awan caping itu berbahaya bagi penerbangan, bukan tanda-tanda terjadinya gempa," ungkap Agus. Selain itu penerbangan yang melewati awan lenticular juga bisa mengalami turbulensi.

Contoh awan Lenticular (interestingfacts.org)

Awan Lenticular biasanya berbentuk mangkuk raksaka terbalik yang menutupi puncak gunung. Awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan lantas menimbulkan pusaran.

Meskipun terlihat padat, awan Lenticular sejatinya tipis. Meskipun begitu, awan ini bisa bertahan dalam waktu lama karena udara lembab dari lereng gunung terus mengalir ke dalam awan.

Oh ya, mumpung kalian di sini, yuk kita lihat keindahan Gunung Rinjani yang beberapa waktu lalu jalur pendakiannya sempat ditutup karena aktivitas vulkanik. Cus gengs!

Keindahan Rinjani (Instagram @inforinjani)

Keindahan Rinjani (Instagram @inforinjani)

Keindahan Rinjani (Instagram @inforinjani)

Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"