5 Daerah yang Terkenal dengan Dukun Santet dan Pelet, Juga Orang Sakti

5 Daerah yang Terkenal dengan Dukun Santet dan Pelet, Juga Orang Sakti

Buat kamu yang tinggal di kota pasti banyak yang gak percaya kalau santet dan pelet itu masih eksis. Soalnya kalau gak lihat sendiri emang gak bisa dinalar sih.

Gimana mau percaya kalau ada orang yang bisa muntah paku atau tiba-tiba ada benda-benda aneh di dalam tubuh. Perut yang buncit atau gangguan-gangguan makhluk halus kiriman.

Di Indonesia, masih banyak loh daerah-daerah yang punya dukun kuat. Daerah ini biasa didatangi sama orang-orang yang emang berniat untuk melakukan guna-guna pada orang lain. Daerah-daerah dengan suku-suku yang masih kuat dan jauh dari kehidupan modern kota masih menyimpan budaya menjadi dukun.

Suku dengan tradisi magis (adira.co.id)

Kalau jaman dulu sebenarnya dukun gak cuma santet dan pelet aja loh kerjaannya. Ada juga yang baik dan bekerja untuk menyembuhkan orang dan membantu permasalahan warga. Tapi ya sekarang udah identik dengan hal-hal mistis yang jahat.

Nah, kamu harus hati-hati banget kalau berkunjung ke daerah-daerah ini gengs. Karena masih banyak dukun kuat dan adat mistisnya tinggi banget.

1. Kalimantan

Kalimantan adalah kawasan yang sangat besar dan masih banyak daerah  hutan-hutan. Banyak suku di Kalimantan atau Borneo yang menjaga adat istiadat nenek moyang. Hasilnya banyak dukun kuat di pulau ini gengs. Salah satu yang terkenal adalah suku Dayak. Punya senjata mematikan untuk berperang dan bertarung dengan musuh.

2. Banyuwangi

yak, daerah ujung Jawa Timur ini udah mulai ramai jadi kawasan wisata. Tapi juga masih kuat mistisnya gengs. Budaya klenik dan praktek perdukunan masih kental banget di Suku Osing. Di sana santet dan pelet kayak udah biasa gitu gengs. Jadi hati-hati kalau wisata ke sini ya. Misalnya kamu ke Ijen gitu menikmati keindahan alam Banyuwangi.

Banyuwangi dijuluki sebagai Kota Santet terkenal sejak peristiwa memilukan ketika 100 orang lebih dibunuh secara misterius karena dituduh memiliki ilmu santet. Peristiwa ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai 'Tragedi Santet' pada 1998.



Facebook Conversations


"Berita ini adalah kiriman dari pengguna, isi dari berita ini merupakan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna"