Pesugihan Nyi Roro Kidul, Legenda yang Memakan Banyak Korban

Salah satu legenda besar cerita pesugihan adalah pesugihan Nyi Roro Kidul. Banyak yang percaya jika ritual mendapatkan harta secara instan ini meminta banyak korban nyawa sebagai tumbalnya.

Dengan popularitas wisata pantai selatan Jawa seperti Pantai Parangtritis, mau nggak mau cerita tentang tempat pesugihan yang paling dikeramatkan pun ikut terkenal. Termasuk sosok ghaib yang amat kesohor, Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Laut Selata. Nyi Roro Kidul digambarkan dengan sosok wanita cantik, berpakaian tradisional Jawa yang anggun. Tentu dengan ciri khas mahkota mewah di kepalanya dan selendang berwarna hijau.

Selain cantik, Nyi Roro Kidul juga diyakini memiliki kesaktian tinggi dan kekuasaan yang besar. Bahkan keberadaan Keraton di Jawa banyak yang dipengaruhi kekuasaannya. Tak heran bila banyak orang yang menghormati Ratu Pantai Selatan ini, hingga mereka melakukan ritual penghorbatan. Tak sedikit juga yang melakukan ritual pesugihan Nyi Roro Kidul agar mendapat sedikit limpahan rejeki dari kekuasaanya.

Ritual yang paling banyak dilakukan di area Pantai Selatan adalah ritual Pesugihan Nyi Roro Kidul. Ritual yang diyakini mampu mendatangkan kekayaan dalam waktu singkat itu acap kali dilakukan oleh 

Orang-orang ini biasanya mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan sekedar ingin kaya dengan jalan pintas. Laku ritual ini dipercaya sudah dilakukan sejak bertahun-tahun yang lalu. Banyak beredar kabar mereka yang berhasil dalam mencari pesugihan terlihat sukses dan bergelimang harta benda. 

Namun banyak pula yang percaya bahwa untuk melakukan perjanjian besar dengan sang penguasa ghaib tersebut, korban tumbal juga harus dilakukan. Tak tanggung-tanggung tumbal pesugihan Nyi Roro Kidul adalah Darah dan Nyawa.

Sebelum masuk ke dalam tumbal yang besar, layaknya ritual lain, beberapa uborampe kudu disiapin. Misalnya membawa syarat tertentu seperti mandi bunga, memberikan sesaji seperti kembang setaman, dupa, apem jawa, kelapa muda, dan lain sebagainya. Selain itu mereka hari didampingi seorang guru spiritual atau penasehat spiritualnya untul membimbing jalannya ritual.

Nyi Roro Kidul (instagram @kameaam)

Waktu pelaksanan ritual ini pun tidak asal. Menurut juru kunci, ritual pesugihan Nyi Roro Kidul hanya bisa dilakukan pada hari Jumat Kliwon. Pada waktu ini Nyi Roro Kidul dipercaya akan keluar lantas meminta tumbal sebagai bayaran dari pelaku pesugihan. Konon tumbal nyawa yang diberikan kepada Nyi Roro Kidul ini akan dimimun darahnya. Tujuannya agar sang Ratu Kidul tetap awet muda, cantik dan nampak bugar. Ngeri ya.

Untuk lokasi yang biasa digunakan untuk mendapatkan pesugihan ini mulai dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Glagah, Kulonprogo. Tetapi masyarakat setempat percaya bahwa Pantai Parangkusumo adalah lokasi paling mistis dan kuat daya magisnya untuk melakukan ritual pesugihan Nyi Roro Kidul. Di sana para pelaku pesugihan akan diambil sebagai pengikut Nyi Roro Kidul.

Pantai Parangkusumo (bumipenjelajah.blogspot.com)

Iming-iming kaya mendadak merupakan alasan mengapa banyak orang melakukan pesugihan Nyi Roro Kidul ini. Namun kita seharusnya sadar bahwa bukan kekayaan yang nanti didapatkan, namun kesialan yang akan datang. Pesugihan hitam seperti ini hanya akan memberikan rasa manis di awal saja, sementara setelah itu sisa hidup si pelaku pesugihan akan penuh dengan kesengsaraan dan kesialan.

Harta yang bersifat panas dari pesugihan ini tidak akan membawa berkah. Hidup tidak akan terasa damai dan tentram. Seperti keluarga sering ribut, anak jadi durhaka dan kehidupan rasanya kacau meski banyak harta. Apalagi harta hasil pesugihan Nyi Roro Kidul bersifat sementara. Lebih baik kalian mencari jalan lain yang lebih bersih dalam mencari penghidupan hidup.

Tumbal pesugihan (wartapriangan.com)