Berhenti Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain Di Instagram, Toksik Gengs!

Sering merasa iri dengan postingan Instagram orang lain? Jangan diterusin gengs.

Media sosial bisa menyenangkan. Berinteraksi dengan orang lain itu menyenangkan. Senang rasanya bisa bebas mengekspresikan diri. Dan senang bisa mengupload foto baru ke feed Instagram, untuk menunjukkan kepada dunia apa yang sedang kamu lakukan.

Tetapi media sosial juga bisa menjadi racun bagi kesehatan mental kita.

Faktanya, pada tahun 2017 lalu, Instagram dinilai sebagai platform media sosial terburuk dalam hal pengaruhnya terhadap kesehatan mental kaum muda.

Ini terjadi setelah survei di Inggris meminta 1.479 anak muda berusia antara 14-24 untuk membaca aplikasi media sosial populer tentang masalah seperti kecemasan, depresi, kesepian, perundungan, citra tubuh, dan FOMO (takut ketinggalan).

Tentu saja, Instagram bukan satu-satunya platform media sosial yang dapat merusak kesehatan mental seseorang - tetapi itu yang paling jelas.

Melihat foto fisik orang-orang yang sedang menikmati hidup mereka dan terlihat seolah-olah sedang bersenang-senang 24/7 dapat membuat kita yang duduk di rumah dan gak ngapa-ngapain merasa sampah dan gak guna.

Itulah mengapa penting untuk diingat bahwa sebenarnya Instagram adalah platform yang bisa sangat salah.

Membandingkan diri dengan postingan media sosial (digitaltrend.com)

Apa yang kamu lihat di Instagram bukan keseluruhan hidup mereka. Orang hanya menampilkan yang indah-indah aja di feed. Liburan, barang-barang baru, kemewhan dan pasangan yang romantis.

Penting untuk diingat bahwa kita mungkin tidak melihat 50% dari kehidupan nyata seseorang di Instagram. Kamu melihat bagian yang bagus. Bagian-bagian yang mereka ingin kita lihat. Bagian-bagian yang membuat mereka terlihat seperti memiliki kehidupan yang paling menakjubkan. Tapi kami tidak melihat bagian yang buruk. Karena hal-hal buruk tidak semenarik itu.

Instagram adalah realitas palsu - dan bukan dunia nyata. Bagaimana kamu bisa membandingkan 100% kehidupanmu dengan bahkan tidak 50% dari kehidupan orang lain?

Menerima diri sendiri (bussinerinsider.com)

Penting untuk diingat bahwa hidup bukanlah kompetisi. Kita tidak bisa melakukan hal yang sama pada saat bersamaan, karena hidup akan membosankan.

Penting untuk diingat bahwa apa yang kamu lakukan dengan hidupmu terserah kamu - dan kamu tidak boleh mengukur hidup pribadi dengan hidup orang lain.

Kamu harus menerima diri sendiri dan mencintai diri sendiri gengs. Kamu bisa menciptakan kehidupanmu sendiri yang menyenangkan. Kamu beda dan punya kehidupan yang beda.

Bahagia dengan diri sendiri (medium.com)