Terkadang, tubuh rasanya terlalu malas untuk membalas omongan atau tindakan orang. Apalagi kalo tindakan mereka sudah merugikan kita, dengan menyebar isu buruk yang gak sesuai dengan kenyataan.
Ingin membalas, takutnya malah memperbesar masalah. Gak dibalas, si dia yang jadi penyebar isu kok terlihat makin ngelunjak.
Eits, baca dan pilih salah satu dari kata-kata frontal di bawah aja. Bisa kalian gunakan sebagai kata sindiran kepada mereka yang beraninya hanya ngomongin di belakang, kok.
Biar dia gak lagi ngomongin kalian, langsung aja jadikan kata-kata nyindir ini sebagai status media sosial.
Kata-kata frontal (sepositif.com)
"Mulut lo itu mulut sampah! Jadi gak berhak lo ngata-ngatain gw! Ngaca mendingan!"
Yang pasti, mereka yang hanya ngomongin kamu di belakang tuh gak punya nyali, kok.
Kata-kata frontal (facebook.com)
"Cuma berani ngomong di belakang sama dengan pecundang."
Apalagi kalo mereka adalah orang yang dulunya ngaku sebagai teman. Tanpa sebab, tiba-tiba berbalik arah dan melupakan kalian.
Kata-kata frontal (siangberbicara.blogspot.com)
"Saya memang seorang bajingan. Tapi setidaknya saya tidak pernah melupakan jasa seorang teman."
Oleh karena itu, saat emosi kamu mulai naik, ingat aja: kamu juga punya hak buat membela diri, kok.
Kata-kata frontal (mynewfrontal.blogspot.com)
"Ketika kawan menjadi lawan dan perkataannya mulai menyakitkan, di situlah emosi ku dipermainkan."
Nah, kata-kata sindiran ini pas banget, kan? Jadi puncak kekesalan kalian, deh.
Kata-kata frontal (instanonymous.com)
"Situ temen apa bunglon? Pindah tempat, beda sifat."
Kalo sudah membaca semua kata-kata frontal di atas, langsung pilih aja ya. Biar mereka, entah teman atau hanya orang yang iri kepada kalian, bisa tahu betapa emosi yang tersimpan.
Kata-kata frontal (ekspektasia.com)