Sering Dipandang Sebelah Mata, Ini 4 Risiko Bekerja Sebagai Freelancer

Apa sih risiko bekerja sebagai freelancer? Sebelum memutuskan ambil job, yuk pahami dulu risiko menjadi pekerja paruh waktu!

Apa sih risiko bekerja sebagai freelancer? Bukankah menyenangkan bekerja tanpa ikatan sehingga bisa mengatur semua pekerjaan sesuka hati? Faktanya, sebagian orang mungkin suka bekerja di kantor dengan gaji pasti setiap bulannya. Namun, sebagian lainnya lebih suka menjadi freelancer karena tidak terikat waktu.

Namun, kamu harus siap menghadapai sejumlah risiko bekerja sebagai freelancer yang kemungkinan besar akan terjadi. Kalau kamu tertarik menjadi seorang freelancer, coba deh pahami dulu beberapa risiko yang harus kamu hadapi berikut ini, agar kamu lebih siap menerimanya. Apa saja?

1. Tak Ada Batasan Jam Kerja

Jika jam kerja para pegawai diatur sebanyak 8 jam kerja dalam sehari, berbeda dengan pekerja freelance yang justru tidak memiliki batasan jam kerja. Seorang freelancer bisa bekerja seharian penuh.

Bagi yang belum terbiasa, jam kerja yang tanpa batasan akan membuat stres kalau tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Dan akhirnya jatuh sakit.

Risiko Bekerja Sebagai Freelancer (via Ajaib)

2. Tidak Selalu Ada Kerjaan

Risiko menjadi freelancer yang kedua adalah kamu tidak akan selalu mendapatka pekerjaan. Berbeda dengan pegawai yang setiap hari pasti bekerja, namun freelancer harus menunggu klien datang membutuhkan jasa mereka. Jika belum ada klien yang datang, kamu untuk sementara kamu tidak akan mengerjakan apapun.

Risiko Bekerja Sebagai Freelancer (via Parapuan)

3. Disangka Pengangguran

Seorang freelance harus siap dianggap pengangguran oleh orang lain, karena bekerjanya hanya dari rumah dan tidak menjalani rutinitas seperti berangkat pagi pulang sore. Padahal zaman sekarang, segala sesuatu bisa dikerjakan hanya dari rumah asal memiliki peralatan lengkap untuk bekerja.

Risiko Bekerja Sebagai Freelancer (via Ekrut)

4. Penghasilannya Tidak Tetap

Risiko sebagai pekerja freelance yang terakhir adalah penghasilannya yang tidak tetap. Berbeda dengan pegawai yang sudah pasti mendapatkan gaji dengan nominal tetap setiap bulannya, pekerja freelance berpenghasilan sesuai dengan apa yang dia kerjakan.

Maka untuk mendapatkan penghasilan yang maksimal, maka mereka harus lebih banyak produktif. Jika sedang banyak kerjaan akan banyak uang, namun jika sepi juga terancam bisa gulung tikar dong!

Risiko Bekerja Sebagai Freelancer (via Glints)

5. Tidak Punya Tunjangan Kerja

Risiko lain yang juga harus dipertimbangkan adalah ketidakadaan tunjangan dalam pekerjaan freelance. Kamu akan bekerja sesuai apa yang kamu kerjakan, dan pemberi kerja tak punya kewajiban untuk membayar asuransi kesehatan maupun ketenagakerjaan. Jadi kamu harus rajin-rajin menabung dan jaga kesehatan, ya!

Nah, itu tadi sejumlah risiko bekerja sebagai freelancer yang kemungkinan besar akan dihadapi. Setiap profesi memang punya kelemahan dan kelebihan masing-masing tinggal bagaimana kamu menyikapinya. Bagaimana, sudah siap menjadi pekerja freelance?

Risiko Bekerja Sebagai Freelancer (Larona Prima Solusi)