Meskipun sudah memasuki zaman modern seperti sekarang namun yang namanya santet tetap saja dijadikan senjata untuk mencelakai orang lain. Banyak yang mengirim santet kepada musuh, persaingan bisnis, atau balas dendam atas kejahatan seseorang. Makanya sejumlah cara mengembalikan santet kepada pengirimnya bisa dilakukan bagi si korban santet.
Melansir dari kanal YouTube ESA Production, praktisi supranatural Mbah Yadi mengatakan bahwa orang yang terkena santet tidak perlu gusar ketika jadi korban santet. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah ikhlas menerima jika ada yang yang kirim santet. Setelah ikhlas tentu korban santet bisa mencari tahu siapa pihak yang sudah kirim santet kepadanya.
Sebab jika sudah diketahui siapa orang yang sudah mengirim santet, maka santet itu juga bisa dikembalikan kepada orang yang mengirimnya dengan cara-cara yang cukup mudah dan tidak perlu meminta bantuan dari paranormal atau dukun. Berikut beberapa cara untuk mengembalikan santet kepada pengirimnya.
Berpuasa
Korban yang terkena santet disarankan untuk melakukan puasa. Puasa dilakukan selama 7 hari, bisa puasa makan dan minum atau melakukan puasa mutih atau makan nasi putih dan minum air putih saja. Selama puasa setiap malam melakukan salat Rajab 2 rakaat, dan melakukan wiritan sembari mengucap istighfar selama 100 kali, serta lakukan shalawat nabi dengan mengucapkan 100 kali.
Baca Al Qur-an
Setelah berpuasa dan melakukan salat, jangan lupa untuk berdoa kepada Allah. Minta doa agar tubuh kita terbebas dari santet dan kekuatan negatif lainnya. Kemudian korban santet bisa membaca surat Al Qur-an dengan membaca surat An Nahl ayat 126 sebanyak 500 kali dan lakukan selama 7 hari 7 malam berturut-turut.
Pakai Sapu Lidi
Sapu lidi ternyata tidak hanya dipakai untuk membersihkan rumah, tetapi juga bisa sebagai media sebagai cara mengembalikan santet kepada pengirimnya.Menurut Mbah Yadi tidak semua sapu lidi bisa dipakai, pilihlah sapu lidi yang sudah lama dipakai dan jangan pakai sapu lidi yang benar-benar masih baru.
Jika tidak memiliki sapu lidi yang sudah lama, bisa meminjam orang lain.Caranya setelah salat Maghrib gunakan sapu lidi untuk menyapu pekarangan rumah atau tempat usaha selama beberapa menit. Kemudian setelah selesai menyapu, ambil tujuh batang sapu lidi dan tancapkan empat sapu lidi di 4 empat sudut daerah rumah sesuai arah mata angin.Sisa tiga sapu lidi bisa dipakai dengan diletakan di bawah tempat tidur orang yang terkena santet. Caranya bisa dilakukan dengan berdiri atau tergeletak atau posisi tidur.
5 Cara Mengembalikan Santet kepada Pengirimnya (Pikiran Rakyat)
Minum Air dari Sumber Mata Air
Cara berikutnya yang bisa dipakai untuk mengembalikan santet kepada pengirimnya dengan menggunakan air dari sumber mata air. Sumber mata air dari pegunungan bukan sumber mata air dari galon. Lalu sebelum minum air tersebut baca Istighfar sebanyak 100 kali dan membaca shalawat nabi 100 kali dengan mengucapkan doa khusus sebanyak 500 kali. Bisa juga dilakukan dengan membaca surat An Nahl ayat 126. Lakukan itu selama tujuh hari berturut-turut. Jika selama tujuh hari belum berhasil bisa dilakukan selama 40 hari berturut-turut.
Rambut Korban Santet
Salah satu organ tubuh korban santet yakni rambut bisa digunakan untuk kembalikan santet kepada pemiliknya. Menurut Ustaz Ujang Bustomi ia mengatakan bahwa caranya dengan mengambil rambut si korban santet. Lalu membaca doa sebanyak 1000 kali selama tiga malam berturut-turut.
“ Dengan menyebut nama Allah yang bersama nama-Nya sesuatu itu tidak berbahaya di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Mengetahui”. Kemudian rambut korban santet itu bisa dibuang ke sungai. Dipastikan cara mengembalikan santet kepada pengirimnya dengan media rambut korban santet bisa berhasil.
Itulah beberapa cara mengembalikan santet kepada pengirimnya. Makanya sebelum terkena santet kita sebagai manusia harus berusaha untuk melakukan hal kebaikan kepada orang lain agar tidak ada orang yang membenci kita. Selain itu juga harus rajin berdoa dan beribadah sesuai agama untuk terhindar dari kiriman santet.
5 Cara Mengembalikan Santet kepada Pengirimnya (Kotomono)