Gabut di Hari Pertama Kerja, Satpam Ini Rusak Karya Seni Bernilai Tinggi Yang Dilukis Sejak 90 Tahun Lalu

Satpam merasa gabut di hari pertama kerja dan akhirnya merusak karya seni yang dibuat sejak 90 tahun lalu. Satpam itu terancam hukuman penjara.

Seorang satpam  di Rusia  menjadi pemberitaan karena tingkah konyolnya. Satpam yang tidak disebutkan namanya itu merusak lukisan  bernilai mahal karena merasa bosan dan gabut di hari pertamanya bekerja. Dia dilaporkan menggambar mata di lukisan yang menampilkan tiga orang tanpa wajah.

Lukisan yang dirusak satpam tersebut berjudul ‘Three Figures’ karya oleh Anna Leporskaya, yang diperkirakan dibuat antara tahun 1932 dan 1934 atau sekitar 90 tahun lalu. Leporska sendiri merupakan murid dari salah satu seniman besar Rusia, Kazimir Malevich. Anna Leporskaya diketahui lahir pada tahun 1900-an.

Walaupun secara resmi lukisan itu belum diberi harga, namun lukisan tersebut diasuransikan senilai 1.4 juta dolar atau sekitar Rp20 miliar. Saat kejadian, lukisan tersebut sedang dipajang di Museum Boris Yeltsin, yang terletak di kota Ekaterinburg, Rusia pada Desember 2021 lalu.

Aksi vandalisme ini awalnya diberitahukan oleh pengunjung kepada staf Yeltsin Center. Awalnya, pengunjung pameran tiba-tiba melihat sesuatu yang aneh pada lukisan eksotis itu, di mana salah satu dari tiga sosok dalam lukisan tersebut, tiba-tiba memiliki sepasang bola mata kecil.

Pihak museum langsung memulai investigasi. Setelah dilakukan pencarian dan penyelidikan, seorang satpam di Yesltsin Center akhirnya mengakui, bahwa dirinya yang menggambar bola mata itu.

"Motifnya masih belum diketahui tetapi pemerintah yakin itu semacam ketidakwarasan. Untungnya, pelaku menggambar dengan pena tanpa tekanan yang kuat, dan karena itu relief goresan secara keseluruhan tidak terganggu," kata Alexander Drozdov, direktur eksekutif Yeltsin Center.

Menurut Anna Reshetkina, kurator museum tersebut, lukisan itu dirusak menggunakan bolpoin dengan merk Yeltsin Center. Walau begitu, lukisan ini dikabarkan masih bisa diperbaiki. Proses perbaikan lukisan tersebut ditaksir butuh biaya 4.600 dolar AS, atau sekitar Rp66 juta.

Foto: Karya Seni Dirusak (cbs46.com)

Direktur museum, Alexander Drozdov, menyatakan bahwa pelaku yang telah berusia 60 tahun itu sudah dipecat. Pada awalnya, pihak berwenang menolak untuk mengusut kejadian ini karena kerusakan yang ditimbulkan dianggap tidak terlalu parah.

Namun setelah mendapat berbagai keluhan, sekarang Kementerian Urusan Dalam Negeri Rusia memulai upaya investigasi. Sampai saat ini belum ada hasil pasti dari penyelidikan itu. Tapi karena kejadian ini, pelaku terancam hukuman penjara selama tiga bulan.

Foto: Karya Seni (Newsbreak)