Cinta Terhalang Restu, Sosialita Prancis Blanche Monnier Dikurung Ibunya Selama 25 Tahun

Beginilah nasib Blanche Monnier yang dikurung ibunya sendiri selama 25 tahun. Semua gara-gara cinta tak direstui!

Apa yang akan terjadi saat kamu minta restu untuk menikah, tapi ibumu nggak setuju? Mungkin kamu akan kawin lari atau setengah mati memperjuangkan cintamu. Tapi di belahan dunia lain, ada seorang perempuan yang menjalani hari-hari sangat memilukan gara-gara sang ibu nggak memberi izin menikah. 

Kisah sedih ini datang dari seorang sosialita Prancis bernama Blanche Monnier. Ia berasal dari keluarga borjuis dan sangat dihormati. Sosoknya yang cantik rupawan dan disukai banyak lelaki, bikin keberadaan Monnier ini sangat populer di kalangan bangsawan. 

Lalu, ada apa dengan Blanche Monnier? 

Cerita ini berawal dari momen saat Monnier memasuki usia 25 tahun pada 1874. Monnier ingin  menikah dengan pengacara yang usianya lebih tua. Sayangnya sang ibu, Madam Monnier, nggak merestui karena menganggap putrinya nggak bisa menikah dengan pengacara yang tak punya uang. 

Menurut sang ibu, pengacara tersebut nggak pantas menikah dengan anaknya. Sang ibu pun sangat marah dengan keputusan sang anak.

Merasa murka, Madam Monnier pun lantas mengurung anaknya di loteng rumah. Sebuah ruangan kecil dan gelap.  

Bukan apa-apa, niat awal sang ibu  mengurung anaknya biar dia mengubah pendirian. Tapi Monnier nggak pernah mau menuruti sang ibu, jadilah dia menjalani hari-harinya dalam kurungan.

Setiap hari, dia cuma makan makanan sisa, nggak mandi, nggak bisa sedikitpun keluar dari ruangan, nggak bisa merasakan terik matahari, dan nggak ada akses untuk minta pertolongan. Ia hidup, makan, tidur, dan buang air di tempat yang sama. Kebayang nggak kondisinya gimana? 

Selama ‘menghilang’, nggak pernah ada yang tahu keberadaan Monnier. Termasuk si pengacara. Sementara itu, keluarga Monnier  menjalani hidup dengan pura-pura berduka seolah Monnier telah meninggal dunia. 

Blanche Monnier (kaushikbhandary.wordpress.com)

Meski harus menunggu sangat lama, akhirnya ada juga yang mencium sesuatu yang aneh tentang keberadaan Blanche Monnier. Tepatnya pada tahun 1901, Jaksa Agung menerima sebuah surat kaleng. 

“Monsieur Jaksa Agung: Saya mendapat kehormatan untuk memberi tahu Anda tentang kejadian yang sangat serius. Saya berbicara tentang perawan tua yang dikurung di rumah Madame Monnier, ia sering dibiarkan kelaparan dan hidup dengan sampah busuk selama dua puluh lima tahun terakhir.” 

Setelah pesan dibaca oleh sang Jaksa Agung, berita ini langsung tersebar ke seluruh Prancis dan bikin heboh. Polisi langsung dikirim untuk mengecek rumah Madam Monnier dan menggeledahnya. 

Blanche Monnier (Aminoapps.com)

Polisi menemukan bilik kecil di lantai dua, dengan cat gelap dan aromanya… busuk! Ya, Monnier yang malang masih ada di dalamnya. Ia masih hidup walau kondisinya sangat mengenaskan. Nggak ada lagi sosok cantik, muda, dan manis. Tubuh Monnier ditemukan sangat menyeramkan! 

Monnier mengalami gizi buruk dan gangguang kesehatan mental. Wajar sih ya, siapa juga yang nggak akan stres dikurung 25 tahun? Belum lagi, nggak dikasih makan dengan layak. 

Di ruangan tempat ia dikurung, Monnier hidup dengan remah-remah makanan, kotoran, dan serangga. Usianya saat itu sudah mencapai 50 tahun dan berat badannya 24 kg. 

Blanche Monnier (tweedlandthegentlemansclub.blogspot.com)

Udah pasti, Madam Monnier langsung ditangkap  dan masuk penjara. Ia pun mengakui perbuatan kejam pada putrinya,  termasuk selalu memberikan makanan sisa. Namun, 15 hari kemudian Madam Monnier meninggal dunia dalam sel tahanan. 

Blanche Monnier sendiri langsung dirawat di Rumah Sakit Jiwa selama beberapa tahun. Sampai akhirnya meninggal dunia pada 1913.  Kasus yang dialami  Monnier ini jadi sejarah kelam tentang penyiksaan manusia di Prancis.

Satu hal yang nggak pernah terungkap adalah sosok pengirim surat kepada Jaksa Agung. Banyak yang beranggapan bahwa saudara Monnier bernama Marcel pelakunya, tapi nggak pernah ada buktinya dan tetap jadi misteri~ 

Blanche Monnier (wikipedia.org)