Sebuah perusahaan bernama Shuntian Chemical Group viral lantaran mereka memberikan deadline kepada 1.200 pegawainya untuk segera menikah.
Pabrik bahan kimia yang berasal dari Shandong, China, ini meminta supaya pekerja yang berusia 28 hingga 58 tahun untuk segera memiliki pasangan hidup sebelum September tahun 2025 ini. Bila tidak, maka mereka tak segan untuk memutus kontrak kerja.
Dilansir SCMP, perusahaan menetapkan kebijakan aneh tersebut untuk mendukung nilai-nilai tradisional di China, termasuk dalam hal kesetiaan dan bakti kepada orang tua. Adapun tujuan lain yakni untuk mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan angka pernikahan.
"Tidak menanggapi seruan pemerintah untuk meningkatkan angka pernikahan adalah tindakan tidak setia. Tidak mendengarkan orang tua bukanlah tindakan berbakti. Membiarkan diri melajang bukanlah tindakan yang baik. Tidak memenuhi harapan rekan kerja adalah tindakan yang tidak adil," tulis pengumuman itu.
Pengumuman ini seketika mengejutkan publik. Apalagi, perusahaan ini termasuk perusahaan kecil yang berdiri di tahun 2001. Sejak dirilis, kebijakan itu mendapat banyak respon dari masyarakat. Banyak yang memberikan hujatan karena sudah melanggar Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Kontrak Ketenagakerjaan di Tiongkok.
"Perusahaan gila ini seharusnya mengurusi urusannya sendiri dan menjauhi kehidupan pribadi karyawan,"
"Biarkan saja perusahaan menjalankan kebijakan itu. Mereka yang dipecat cukup mengajukan arbitrase dan mendapatkan kompensasi yang besar,"
"Apa nantinya perusahaan akan menghukum pegawai yang sudah menikah tapi tidak memiliki anak?"
Usai berita ini viral, pihak badan yang mengurus sumber daya manusia serta jaminan sosial di sana langsung mengecek perusahaan itu.
Menurut Beijing News, dalam waktu kurang dari sehari, Shuntian Chemical Group menyatakan telah mencabut kebijakannya tentang tenggat waktu pernikahan. Dinyatakan pula bahwa tidak ada pegawai yang dipecat karena status perkawinan.
Ilustrasi karyawan sedang stres (via freepik)