Ini Alasan Penjaga Warung Madura Sering Gonta-ganti Orang

Penjaga warung Madura sering gonta-ganti orang. Tahu nggak sebabnya?

Warung Madura sedang disorot setelah ada imbauan larangan buka 24 jam. Warung Madura memang dikenal selalu buka setiap hari selama 24 jam. Bahkan saat hari besar seperti lebaran pun warung yang menjual barang-barang keperluan rumah tangga seperti sembako tetap buka.

Kepada wartawan saat ditemui di Jakarta, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan tidak ada larangan bagi warung Madura untuk buka 24 jam. “Bolehlah (buka 24 jam),” kata pria yang akrab disapa Zulhas.

Salah satu keunikkan warung Madura selain buka 24 jam adalah dengan adanya penjaga warung yang berbeda-beda. Memang ada alasan khusus kenapa penjaga warung gonta-ganti selama beberapa bulan.

Kabarnya rata-rata penjaga warung Madura bekerja selama 4 bulan sekali. Setelah 4 bulan bekerja menjaga warung, penjaga akan diberi waktu untuk istirahat selama sebulan. Biasanya saat istirahat penjaga memilih untuk pulang ke Madura, kampung halamannya untuk berganti dengan orang lain.

Sebab penjaga warung Madura harus diganti setelah 4 bulan karena selama menunggu warung kadang penjaga merasa bosan belum lagi harus buka toko selama 24 jam dan setiap hari tentu membutuhkan istirahat yang cukup. Penjaga pulang ke kampung halaman karena ingin bertemu dengan keluarganya.

Untuk mencari penjaga warung biasanya pemilik warung mendapatkannya di komunitas Ikatan Pengusaha Muda Madura. Jika tidak dapat, pemilik warung mencari penjaga warung di kampung yang mau bekerja menjaga warung.

Penjaga Warung Madura (detikFinance)

Sebenarnya pemilik warung akan memilih memperkerjakan orang Madura dibandingkan orang dari suku lain karena merasa saling mengenal dan berasal dari daerah yang sama.  Karena berasal dari Madura sehingga jika terdapat masalah bisa segera tertangani.

Para pemilik warung Madura hidup sejahtera di kampung halamannya. Banyak pengusaha warung yang punya rumah megah di Madura. Kabarnya rumah-rumah mewah dibangun di Madur mulai pada tahun 2017. Biaya pembangunan rumah juga tidak murah. Minimal satu rumah menghabiskan dana Rp 1 milar – Rp 3 miliar untuk proses pembangunan atau sekedar renovasi.

Selain punya rumah dan mobil, pengusaha warung Madura itu juga tampil glamour dengan perhiasan yang mereka miliki khususnya bagi wanita-wanita yan banyak gunakan gelang dan kalung emas. Sukses jadi pengusaha warung Madura membuat banyak generasi muda yang ingin berkiprah membuka warung di kota-kota besar di Indonesia.

Warung Madura (KOMPAS.com)