Mengenal Fenomena Waithood, Ketika Seseorang Menunda untuk Menikah

Menikah merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu sebagian orang. Namun sebagian orang lebih memilih tenggelam dalam waithood.

Menikah merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu sebagian orang karena telah berhasil menemukan belahan jiwanya. Namun bagi sebagian orang lainnya, mereka lebih memilih tenggelam dalam waithood atau fenomena menunda pernikahan. Lantas, apa itu waithood? Yuk, kenalan lebih dalam dengan fenomena tersebut.

Apa itu Waithood?

Mengutip laman womenhealthypedia.com, waithood merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pilihan seseorang untuk menunda sesuatu dalam waktu tertentu. Misalnya saja menunda pernikahan di usia muda. Waithood ternyata tidak hanya populer belakang ini, ternyata sudah menjadi tren yang banyak diikuti generasi millennial di berbagai negara.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Pew Research Center tahun 2014 menemukan, bahwa hanya 26% generasi millennial di Amerika Serikat yang menikah di usia 18-26 tahun. Sedangkan, generasi x sebanyak 36% dan baby boomer sebanyak 48%. Tren menikah di usia muda mengalami penurunan seiring pergantian generasi. Para generasi milenial menyebutkan alasan belum mau menikah karena belum memiliki prasyarat pernikahan yang diperlukan seperti ekonomi yang cukup.

Faktor Penyebab Waithood Pada Anak Muda

Waithood (via Nyantri Yuk)

Tren menikah di usia muda mengalami penurunan seiring pergantian generasi. Para generasi milenial menyebutkan alasan belum mau menikah karena belum memiliki prasyarat pernikahan yang diperlukan seperti ekonomi yang mapan dan beberapa hal lain di bawah ini.

1. Mengejar Pendidikan atau Karier yang Tinggi

Saat ini banyak anak muda yang lebih memilih untuk mengejar pendidikan tinggi dan juga karier yang bagus. Karena itulah, mereka memutuskan untuk tidak menikah terlebih dahulu. Bagi generasi yang lebih muda saat ini, pendidikan yang tinggi dapat memberikan mereka peluang lebih besar untuk mendapatkan karier yang bagus.

2. Generasi Sandwich

Waithood (via Hai Bunda)

Selain mengejar pendidikan yang tinggi dan karier, seseorang bisa terjebak dalam fenomena waithood karena dirinya merupakan generasi sandwich. Seperti diketahui, generasi sandwich merupakan seseorang yang bekerja untuk anak dan orang tuanya yang sudah memasuki masa pensiun.

Kondisi ini tentu memengaruhi keputusan seseorang untuk menikah lebih cepat atau tidak. Daripada dia harus menanggung dua keluarga dalam satu sumber dana, maka kebanyakan orang lebih memilih untuk tidak menikah dulu.

3. Trauma

Waithood (via Greater Good Science Center)

Faktor penyebab terakhir kenapa seseorang menunda untuk menikah adalah karena trauma. Berdasarkan studi Journal of Marriage and Family, anak-anak yang mengalami perceraian dalam keluarga dapat mengalami dampak psikologis. Karena itulah, mereka merasa ketakuran dan khawatir jika dirinya menikah maka akan mengalami hal yang sama. Dengan begitu mereka lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidup.

Ternyata fenomena waithood tidak sesederhana kedengarannya ya. Ada berbagai alasan seseorang menunda menikah  dan bisa jadi keputusan yang tepat. Semua itu tergantung perspektif hidup yang dianut oleh tiap-tiap orang bukan?

Waithood (via Beautynesia)