Kesepian tidak selalu terlihat jelas. Menurut American Psychological Association, kesepian adalah perasaan tidak menyenangkan karena (atau merasa diri sendiri) sendirian atau menyendiri.
Karena hubungan sosial adalah salah satu dasar kesejahteraan, kesepian dapat membuat banyak hal menjadi tidak seimbang, sehingga berpotensi berdampak pada tubuh, pikiran, dan perilakumu. Jika kamu merasa mengalami kesepian, inilah yang harus diwaspadai.
1. Kamu Berharap Kamu Memiliki Lebih Banyak Teman
Gejala yang paling jelas adalah kamu berharap memiliki lebih banyak orang dalam hidupmu.
Beberapa peneliti mengatakan bahwa keinginan itu adalah kunci untuk mengidentifikasi kesepian.Orang mengalami kesepian ketika jaringan sosial mereka tidak memenuhi harapan mereka, jelas psikolog Daniel Russell, PhD, dan profesor emeritus perkembangan manusia dan studi keluarga di Iowa State University di Ames, Iowa.
2. Kamu Merasa Tidak Ada Orang yang Memahamimu
Saat kamu kesepian, kamu mungkin merasa tidak selaras dengan orang-orang di sekitarmu. Hal ini sangat umum terjadi dan merupakan hasil penelitian UCLA soal kesepian.
3. Kamu Merasa Sendirian — Bahkan Saat Anda Berada di Kerumunan
Tidak mengherankan, orang yang kesepian cenderung mengatakan bahwa mereka merasa sendirian. Namun, berlawanan dengan intuisi, perasaan terisolasi atau tersisih dapat tetap ada bahkan pada orang-orang yang terlihat seperti orang yang suka bersosialisasi.
4. Kamu Tidak Ingin Bersosialisasi
Tanda kesepian yang umum namun tampaknya kontradiktif adalah kamu sebenarnya kurang tertarik bersosialisasi dibandingkan biasanya. Saat kamu kesepian, memikirkan jalan-jalan malam saja sudah bisa membuatmu merasa lelah.
Pada akhirnya, kamu mungkin akan menghindari acara sosial sama sekali.
5. Tubuh Terasa Tidak Sehat
Selama beberapa dekade, para peneliti telah mengetahui bahwa kesepian yang berkepanjangan berhubungan dengan kesehatan fisik yang buruk dan bahkan kematian.
Bukti yang menghubungkan hubungan sosial dengan kesehatan fisik paling kuat terdapat pada penyakit jantung dan dampak stroke. Saran tersebut mengacu pada tinjauan penelitian yang menemukan kesepian meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen dan stroke sebesar 32 persen.
6. Kamu Memiliki Kebiasaan Berbelanja Terus
Merasa tidak dipahami memang dapat berujung pada kesepian (x.com)
Para peneliti menemukan bahwa perasaan kesepian membuatmu ingin membeli sesuatu lebih dari biasanya, termasuk sebuah penelitian yang secara khusus mengamati perilaku belanja di platform digital.
Jika kebiasaanmu terasa di luar kendali atau kamu diliputi gejala kesepian, pertimbangkan untuk menghubungi psikoterapis atau ahli kesehatan tepercaya lainnya.
7. Menghabiskan Lebih Banyak Waktu di Media Sosial
Jika kamu ingin terus menerus belanja, bisa jadi kamu sedang kesepian (likmi.ac.id)
Kehilangan waktu berjam-jam melihat sosial media? Kesepian bisa jadi penyebabnya.
Penggunaan media sosial dapat menutupi dan menciptakan kesepian secara bersamaan. Media sosial, dan pengikut, jumlah likes, serta teman yang kamu temukan di sana memberikan ilusi terhubung tetapi hanya menawarkan hologram hubungan antarmanusia.
Itu tadi 7 gejala kesepian yang mungkin terjadi padamu. Jika merasa sudah cukup mengkhawatirkan, segera hubungi psikolog atau psikoterapis ya!
Menghabiskan waktu terlalu banyak di sosial media menandakan kamu kesepian (lifestyle.kompas.com)